Shantos Romeo Pomade Black

Cerita klimis kali ini kita akan sedikit mengulas mengenai Sebuah Pomade berwarna Hitam atau pomade yang warnanya Hitam di dalamnya. Shantos Romeo Pomade Black dari Sekawan Cosmetic, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pomade warna Hitam, seiring modernitas waktu dan berkembangnya dinamika dunia gaya rambut, Hitam yang dulunya digunakan pada semir rambut permanen, semakin kesini produk Pomade warna Hitam pun mulai banyak dilirik para penggunanya untuk menutupi secara temporer rambut pengguna yang telah diwarnai ataupun dicabut warna nya. Sebuah produk alternatif tanpa mengorbankan warna bawaan permanen rambut si pengguna (selain Hitam tentunya).

Jika merujuk pada deskripsi website resmi dari Shantos Romeo. Wujudnya masih berupa pomade dengan tambahan warna Hitam (CI77266) didalamnya. Poin ini yang dalam pembahasan selanjutnya nanti menjadi pembeda dengan pomade warna yang beredar luas sebelumnya.

Gambar diatas adalah wujud Shantos Romeo Pomade Black New Scent (aroma baru dengan aroma semacam Anggur). Dengan isi 75 gr dan berwarna Hitam. Jika merunut dari komposisi nya merupakan jenis produk Hair Styling Water Based (berbasis air), dan sudah tentu endingnya akan mudah dicuci atau cukup dengan dibilas saja utuk menghilangkan efek gunanya.

Begitu kita coba buka tutupnya, terdapat sebuah lapisan pembatas berupa plastik mika bilat seukuran media tuang didalamnya, mungkin untuk menghindari lumer kemaana-mana dan terkesan safety karena secara wujud fisik isi didalamnya nanti akan nampak seperti pada foto di bawah/foto berikutnya.

Sekilas visual jika kita terbiasa menggunakan pomade secara rutin, dari segi fisik terkesan seperti Gel dan begitu kita coba colek bisa diasumsikan bahwa kurang lebih karakter daya set paska penggunaan pada rambut mungkin tidak akan setangguh varian Shantos Romeo Water Based yang Styling Pomade. Warna Hitam yang tampak didalamnya juga tidak terlalu tajam Hitam pekat layaknya Pomade Warna lain yang begitu kita colek meninggalkan bekas warna Hitam di telapak tangan paska penggunaan. Dan kehadiran tambahan asupan Moisturizing Agent dalam Pomade Black satu ini tentunya harapan kita rambut kita akan terasa lembut licin ketika menggunakannya.

Uniknya pomade satu ini, tidak meninggalkan bekas warna Hitam pada telapak tangan, layaknya menggunakan pomade biasa pada umumnya. Gunakan layaknya standar menggunakan pomade, ratakan dan tinggal tata rambut sesuai keinginan.

Kemudian seberapa dominan kehadiran warna Hitam nya memberikan kontribusi pada rambut jika dibandingan dengan varian produk pomade warna yang lain yang pernah hadir bertebaran sebelumnya? Ternyata efek hitam yang dihasilkan (asumsikan rambut kita berwarna putih) tidak begitu signifikan memberikan kesan hitam atau menutupi merata tiap batang rambut kita yang Putih jika dibandingkan dengan brand lain (yang meninggalkan bekas warna di telapak tangan) ketika kita coba ratakan. Tetapi cukupan lah untuk sedikit mengkamuflasekan dan menjadikannya seolah Hitam pada rambut.

Dan satu lagi, karena tataran nya memang diperuntukkan dan fokus pada segmentasi pewarnaan, tidak perlu berharap banyak akan mendapatkan daya set yang luar biasa dari produk satu ini, Very Light Hold namun cukup membuat rambut halus lembut dan mudah ditata saja. Jika menginginkan sebuah hasil yang kaku bisa lari ke pilihan varian lain dari Shantos Romeso yang banyak ragam pilihan dan karakternya.

Jadi, jika penasaran untuk menggunakan produk satu ini, selamat mencoba dan selamat berburu di toko terdekat sekitar anda. Semoga informasi sederhana di atas cukup membantu untuk memilih yang sepantas nya pengguna dapatkan. Harganya pun juga cukup murah ramah di kantong. Aroma barunya yang seger tentunya. Jika banyak salah dan kekurangan, itulah Lali Jungkatan.

Salam klimis, sehat selalu dimasa pandemi, Rahayu!

jangan lupa ikuti instargarm kami di @lalijungkatan @klimiskagemsedanten

Morris Hair Clay – Morris Men Edition

Sebuah utas setelah beberapa waktu tenggelam dalam pandemi. Sebagai awalan kali ini dicoba mengulas yang kebetulan adalah barang baru dari brand MORRIS. Yaitu produk MORRIS Men edition berupa Hair Clay.

Sedikit informasi bahwa brand Morris sendiri mulai muncul sejak 2004 dengan produk-produk pendahulunya terutama produk tata rambut mungkin para pembaca sekalian sudah tidak asing lagi dijumpai di pasaran.

Kembali ke pokok bahasan, Morris Hair Clay. Clay satu ini termasuk dalam jenis Clay kombinasi Water, Oil dan Clay (Next kita ulas khusus mengenai ragam Clay yang ada di Indonesia). Jadi bayangan sederhananya adalah kombinasi komposisi Water Base pomade, Oil Base Pomade di tambah dengan komposisi material Clay (Bentonite atau Kaolin atau bahkan tipikal spesies Clay yang lain).

Menilik dari Clay yang digunakan dalam Morris Hair Clay berupa Kaolin, dimana dari visual karakter Kaolin lebih lembut dari ukuran butir nya dan memiliki penampakan warna yang lebih cerah (Putih) jika dibandingkan dengan Bentonit baik dari segi ukuran butir maupun warna.

Tidak sampai disitu saja, karakter Kaolin akan tetap terasa ketika kita lakukan pencolekan wujud fisiknya, lembut dan bisa dikatakan memiliki tekstur yang sangat halus. Apalagi ditunjang komposisi yang lain didalamnya berupa Microwax dan kehadiran white oil didalamnya, seolah memberika nilai plus tidak perlu effort berlebih untuk mencolek dan mengaplikasikan produk ini pada rambut.

Matte Finish – Firm Hold, sesuai yang tertera pada cover labelnya menegaskan bahwa produk ini mencoba memberikan hasil akhir aplikasi pada rambut menjadi tampak kering natural bervolume dan memiliki daya set paska penataan medium (tidak terlalu kaku dan tidak terlalu lemas di rambut), meskipun harus dipahami kembali lagi pada karakter rambut si pemakai masing-masing tentunya.

Supreme Hold with Olive Oil, adalah tambahan keterangan bahwa didalamnya juga mengandung salah satu minyak yang dapat memberikan nilai manfaat pada rambut ketika kita menggunakannya. Dengan isi bersih 80 gram aroma perfumery menggunakan kemasan pot aluminium import standar layaknya kita jumpai di pasaran/marketplace berwarna hitam doff yang berdaya tampung 100 gr. Jadi seolah terasa terisi separuh didalamnya mengingat karena berat produk Clay memang memiliki kepadatan yang lebih jika dibandingkan dengan Oil Based Pomade atau Water Based Pomade yang membuatnya terkesan terisi sedikit meskipun 80 gram didalamnya.

Dengan rentang harga 40-50 ribuan tiap kalengnya, sepertinya sangat pantas dan layak untuk dicoba produk clay pabrikan satu ini, lumayan tidak terlalu merogoh kocek dalam-dalam di masa pandemi ini untuk mendapatkan produk Clay bukan? Dan jika cocok setelah mencoba siapa tahu bisa di jadikan produk daily use andalan pembaca sekalian ke depannya.

Selamat berburu dan selamat mencoba, tetap semangat di masa pandemi dan tetap berjuang serta klimis selalu, salam klimis. @lalijungkatan

shopee.co.id/lalijungkatan

Safety Razor Alat Cukur Jadul Tempo Dulu

Bukan tidak mungkin bahwa setengah abad silam penampakan alat cukur semacam ini sudah hadir mewarnai hari-hari para kaum yang butuh rapih, terutama kumis, jambang atau jenggot nya.

Safety razor, safety karena mata pisau cukur ditempatkan pada tatakan tersendiri yang pas dan sedikit meminimalisir bagian kulit wajah kita supaya tidak tergores jika menggunakannya benar.

Entah akan dihias dalam bentuk apapun variasi hiasan pada muka wadah alat cukur ini, secara garis besar tipikal kemasan dan kompartemen-kompartemen didalamnya kurang lebih sama. Hanya akan kita temui dipasaran ada sedikit perbedaan pada corak motif hiasan nya, tipe gagangnya, dan ukir-ukiran pada tangainya, dan terkadang pada topi wadah mata pisau yang ada kita jumpai embos brand khas Shanghai ini.

Masa itu, dibawah sadar masyarakat kita sadar betul bahwa pernak-pernik buatan RRT memang sedari dulu sudah mewarnai pemenuhan kebutuhan kita, katakanlah seperti kancing baju, peniti, paku payung mini, sisir, staples dan perkakas lainnya pun telah hadir membumi di Negeri kita. Termasuk pula alat cukur yang satu ini.

Kembali lagi, menilik dari sisi nostalgia, tidaklah bisa dipungkiri bahwa safety razor ini memang juara dikelasnya, dari segi akses untuk mendapatkannya juga tidak terlalu sulit, dahulu banyak kita jumpai di pasar-pasar tradisional, toko kelontong pinggir jalan layaknya kebutuhan sehari -hari yang mudah sekali kita dapatkan.

Namun jaman terus berkembang, dan inovasi kreatif pasti akan selalu mewarnai dinamika ragam produk semacam ini, namun jangan risau bahwa hingga hari ini pun masih banyak beredar dimana-mana produk legendaris semacam ini, walaupun ada pergesaran secara tempat untuk mendapatkanna seperti di marketplace, toko online.

Lanjut, menilik dari safety razor satu ini, kebetulan tangkai dan seluruh bagian alat nya berbahan metal logam (tidak ada material plastik), hanya saja dalam paket pembelian nya jangan berharap kita akan mendapatkan mata pisau sebiji pun. Bukan masalah besar karena dengan harga yang murah masih pantas untuk ditebus alat cukur ini walaupun tanpa bonus mata pisau didalamnya.

Begitu kita buka pertama kali seperti apa didalamnya, ada sebuah ruas buku yang berfungsi sebagai tempat menyematkan cermin sederhana yang bisa sedikit membantu ketika kita menggunakan alat ini untuk bercukur tanpa harus repot mencari cermin.

Baru setelah kita buka ruas buku bingkai cermin, seperangkat alat cukur ini tersematkan dalam kondisi terpisah baik tangkai maupun rumah untuk mata pisau nya. Karena di antar adua komponen ini terdapat sekrup ‘screw’ untuk menyambung diantara keduanya setelah mata pisau terpasang.

Dan seperti inilah satu dari bermacam bentuk visual dari alat cukur ini, cukup menghibur dengan sedikit hiasan gambar yang dapat berubah-ubah diatas box nya yang berbahan metal logam plat tipis berwarna ala-ala tembaga ini.

Mendapatkannya silahkan ke marketplace sesuai selera masih tersedia, dikoleksi pun pantas karena jika ditelisik secara detil meskipun secara garis besar bentuknya sama, ternyata ada perbedaan-perbedaan tertentu yang unik didalamnya, jika suka mengkoleksi. Tidak dikoleksipun 100% alat ini bisa digunakan dan fungsional mencukupi pemenuhan kebutuhan sesuai manfaatnya. Jadi selamat mencoba, selamat menikmati dan juma lagi segera pada tulisan-tulisan sederhana berikutnya. Salam klimis.