POMADErs, Jangan Pernah Lupakan Suhu Ruangan

lalijungkatan

Pernah mengalami menggunakan pomade yang tiba-tiba kena panas (aktifitas di luar ruangan) lembek di rambut dan minyaknya pun meleleh ? atau bahkan mengalami menggunakan pomade dan di dalam ruangan ber AC pun mengeras dan menjadi susah di atur?  Mau bergaya pompadour pun gak kesampaian harus keluar ruangan dulu untuk melunakkan kekerasannya karena rambut terlalu kaku dan susah dibentuk?

Atau pernahkan menyadari bahwa pomade yang kita import dari Luar Negeri yang notabene ‘hard’ begitu sampe Indonesia menjadi lembek dan menurun tingkat kekerasan nya? Itu dia.

Pomade diciptakan oleh sang brewer (dibelahan bumi ini) sesuai dengan citarasa masing-masing   (soft, medium, hard) dan hal satu ini pasti tidak akan terlepas dari yang namanya suhu ruangan disekitarnya dimana brewer berada (hal ini akan berimbas mengenai hasil akhir tingkat kekerasan pomade). Di bikin entah di kutub, negara 4 musim, negara beriklim tropis dsb pasti akan sangat mempengaruhi sebuah hasil akhir dari penciptaan sebuah pomade. Itu merupakan salah satu faktor..! Begitu juga sebaliknya akan terjadi jika pomade ‘hard’ dari indonesia yang terbang ke Eropa misalnnya, bukan tidak mungkin akan menjadi mengeras dan akan susah di colek sampai memerlukan bantuan Hair Dryer untuk melumerkan. Itu semua karena suhu/iklim/temperatur di sana berbeda dengan di Indonesia.

Jadi ketika sebuah pomade import ber merk A yang dalam deskripsi nya memiliki jabaran tingkat kekerasan senilai 4, apakah akan memiliki tingkat kekerasan 4 juga di Indonesia yang ber iklim tropis. (katakanlah di jakarta yang panas pun jika di bandingkan di daerah pegunungan sudah pasti akan memberikan kesan pertama tingkat kekerasan sebuah pomade yang berbeda). Hal itu baru penilaian berdasarkan suhu ruangan, belum kembali ke karakter rambut masing-masing si pemakai setelah aplikasi (tebal, tipis, panjang, pendek, kaku, lemes dan lainnya) pasti akan memberikan penilaian yang berbeda pula.

Indonesia ber iklim tropis dan sudah pasti pomade dari luaran sana dan sedikit banyak akan kembali menyesuaikan dengan fitrah suhu di Indonesia entah akan melunak, lembek dsb. (dengan segala kekurangan nya jangan salahkan si brewer jika ternyata tidak sesuai dengan yang di iming2 kan, kecuali karena banyak juga pomade lokal buatan indonesia pasti secara garis besar akan terdeskripsi sesuai dengan karakter alam Indonesia dan semoga perubahan nya pun tidak akan terlalu ekstrim).

Jika sudah demikian adanya, salah satu solusi paling tepat untuk menjawabnya adalah, beli pomade nya dan pakai sendiri serta rasakan efeknya. Hal itu terasa lebih logic jika dibandingkan dengan sebuah review belaka. Review adalah sebuah wacana yang sangat bagus untuk menambah pengetahuan kita dan lebih banyak manfaatnya jika sebelum membeli pomade setidaknya kita mempunyai referensi terlebih dahulu,dan jangan pernah menyalahkan sebuah review jika kebetulan apa yang dipaparkan tidak sesuai dengan keinginan pribadi kita. Tetapi semua kesimpulan itu akan terjawab dengan pasti jika kita telah menggunakan nya sendiri sesuai dengan karakter rambut kita.

Kurang lebih paparan ini sekedar berbagi apa yang penulis alami dengan semakin banyaknya pomade di Indonesia. Semoga menjadi sedikit wacana saja dan menambah masukan wacana-wacana lain yang telah ada sebelumnya. Karena pomade itu pilihan dan selera masing-masing.

#Klimis Kagem Sedanten

lalijungky1

Advertisements

Cara Membuat Pomade Sendiri (Petrol Base)

lalijungkatan

CARA MEMBUAT POMADE

Sebenarnya membuat POMADE hampir bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak perlu menjadi ahli kecantikan, gak perlu menjadi seorang hair stylist, ahli kimia dan sebagainya,semua lepas dari yang namanya embel-embel jabatan kompetensi (apalagi di jaman sekarang dimana media informasi mudah didapatkan dengan bantuan media internet salah satunya). Dan di internet pun sebenarnya banyak artikel cara membuat pomade (ada beberapa yang penulis sajikan dalam link blog lalijungkatan) bahkan ada juga video tutorialnya yang bisa kita jumpai di Youtube.

Yang diperlukan adalah niat, ketrampilan, tekun melakukan ujicoba. Hanya saja yang akan membedakan adalah sentuhan seni, kreatifitas dan kemampuan melakukan kombinasi komposisi yang pas untuk mendapatkan hasil akhir sebuah pomade yang bagus.

PETROL BASE POMADE

Petrol base pomade, mengapa dikategorikan demikian karena salah satu bahan dasarnya berupa material yang terbuat dari hidrokarbon berupa petroleum jelly/petrolatum salah satunya, cek Wikipedia untuk lebih jelasnya mengenai petroleum jelly.

Karena namanya juga pomade, pasti kurang lebih akan berbentuk padat (beraneka ragam tingkat kepadatannya), dan salah satu komponen yang digunakan untuk membantu membuatnya lebih padat  adalah ‘wax’ atau lilin, bisa lilin lebah alami, lilin yang terbuat dari bahan hidrokarbon juga ada, lilin sawit, lilin kedelai (vegetable wax) dan macam-macam produk lilin sebenarnya yang bisa digunakan untuk membuat nya. (kategori umum bisa dikatakan lilin natural dan non natural kurang lebihnya).

Banyak sedikitnya jumlah lilin inilah yang menjadi ‘salah satu‘ faktor penentu hasil akhir tingkat kekerasan sebuah pomade (hard, medium, soft).

Mengenai campuran lain seperti minyak esensial, minyak aroma atau bahan parfum dan minyak lainnya hanyalah sebuah variasi tambahan untuk mendapatkan hasil pomade yang diinginkan dengan selera si pembuatnya.

Persiapan Pembuatan

Persiapan Alat

– Double Boiler

– Kompor

– Sendok Takar

– Hand Mixer

– Kaleng atau pot krim untuk media hasil akhir pembuatan pomade

Persiapan Bahan

– Lilin/wax

– Minyak Esensial

– Minyak Aroma

– Petrolatum

– Pewarna Lilin (opsional)

Langkah Pembuatan Secara Umum

1. Siapkan Double Boiler dan panaskan di atas kompor

2. Masukkan Lilin ke dalam double boiler hingga mencair/meleleh

3. Jika memang menginginkan pewarna lilin (masukkan dulu pewarna sebelum bahan yang lain) supaya menghasilkan pencampuran warna yang optimal pada lilin. (jika tidak perlu pewarna, lewati langkah ini)

4. Masukka petrolatum (kuantitas sesuai dengan kreatifitas uji coba yang dikehendaki)

4. Kemudian masukkan minyak esensial dan minyak aroma yang diinginkan untuk mendapatkan hasil akhir pomade yang memiliki tingkat kekerasan dan aroma yang telah direncanakan.

5. Aduk beberapa menit sampai merata dengan hand mixer sampai merata semua campuran komposisi.

6. Setelah dirasa tercampur semuanya dan merata, bisa dipindahkan ke pot krim/kaleng atau media apapun yang sekiranya dirasa pas sebagai tempat pendinginan hasil pembuatan pomada tersebut.

7. Tunggu beberapa waktu sampai pomade membeku dengan sendirinya

8. Selesai dan selamat mencoba hasil karya nya.

Umumnya tingkat kekerasan sebuah hasil akhir pomade akan berbanding terbalik dengan tingkat kilau yang dihasilkan, semakin keras pomade, kilau akan kalah dan begitu juga sebaliknya. Jenis lilin yang digunakan dalam pembuatan pomade juga akan mempengaruhi hasil akhir dari sebuah pomade itu sendiri, dari tekstur, kelembutan, tingkat colekan/scoop, tingkat kekerasan dan tingkat kilau. Jadi semacam teori probabilitas disini sangat berlaku untuk mendapatkan sebuah hasil akhir sebuah pomade yang bisa dikatakan pas (pas colekan nya, aromanya, pas hasil aplikasinya di rambut dll).

Penutup

Disini penulis hanya mencoba untuk menjabarkan secara garis besar cara pembuatan pomade yang berbasis petrol, mengapa tidak detail? karena detail akan kembali ke selera masing-masing dan berani melakukan eksperimen dengan melakukan uji presentase komposisi masing-masing bahan pembuat pomade, komposisi antara lilin dengan minyak, lilin jensi apa yang digunakan, minyak apa yang dipakai dan sebagainya.

Salam Klimis #klimiskagemsedanten @lalijungkatan

lalijungky1

 

Sepenggal Kisah Lama itu Bernama BRISK

lalijungkatan

BRISK

Di era 80-90 an hair cream berlabel BRISK terbitan PT. UNILEVER INDONESIA yang berdomisili di Surabaya satu ini begitu populer, meskipun tidak memiliki tingkat ‘hold’ berlebihan seperti yang dijumpai saat ini dengan boomingnya ‘pomade’ yang memiliki tingkat hold beraneka ragam merk nya (lokal maupun import) . Waktu itu yang paling sering dijumpai adalah BRISK hair cream  berwarna Putih dan Biru (Brisk Spesial dengan cap berwarna Hitam dengan cream warna biru anti dandruff aka ketombe), dikemas dalam tube plastik dengan tutup aluminium. Meskipun ada juga dalam kemasan bening (entah kaca/plastik dan penulis pun belum pernah menjumpai dengan mata kepala sendiri untuk yang satu ini). Dan juga bahkan sempat  dijual dalam kemasan sachet untuk kedua varian (biru dan putih) dan bisa didapatkan di pasar, toko kelontong terdekat (belum kenal dengan indomaret dan maret yang lain nya tentunya).

brisk

Gambar dibawah diambil dari sini sekilas seperti kaca/plastik dengan cap aluminium di atas nya bertuliskan Brisk – The Modern Hair Cream (perhitungan modern waktu itu tentunya saudara).

brisk

Brisk Special

brisk special brisk5 brisk2

Foto Brisk special dinukil dari sini

Merupakan varian anti ketombe yang memiliki berat 115 gram dengan warna cream biru muda. Semoga masih sedikit melawan lupa kembali ke waktu itu ada 2 macam ukuran besar dan kecil untuk jenis kemasan plastik tube seperti gambar di atas.

Satu lagi jika masih saja belom sempat atau bahkan lupa atau malah ada yang belom lahir untuk menikmati seperti apa wujud iklan layanan video klip iklan cream rambut satu ini, bisa dilihat di youtube yang ditayangkan oleh Stasiun Televisi RCTI yang sempat direkam oleh uploader nya mungkin pada waktu jeda iklan penayangan acara Olimpiade Barcelona 1992. (mengutip dari deskripsi artikel Youtube)

Dan jangan salah, kembali lagi ke masa kini, barang satu ini bisa menjadi barang koleksi dan buruan bagi para kolektor barang antik. Dan soal harga…hmmmm…jangan tanya saia…

Salam Klimis #klimiskagemsedanten @lalijungkatan

lalijungky1

Degrease Dengan Sabun Mandi Batangan

lalijungkatan

Apa yang tertulis disini  sekedar pengalaman pribadi penulis untuk menghilangkan efek setelah menggunakan pomade (petrol base hard) dengan menggunakan sabun mandi

Setelah beberapa hari membuat homebrew yang keras dan maen aplikasi di rambut sendiri (ber ulang-ulang) sempat dipusingkan dengan ending yang berujung degrease biar mudah untuk tester berikutnya. Dan kebetulan banget shampoo pun gak ada, akhirnya  maen embat dengan sabun mandi antiseptic batangan ‘D’ yang berwarna biru…..tanpa berpikir panjang begitu basahin rambut dan bikin busa dari sabun ‘D’ tadi hajar deh rambut dengan busa sabun sampe merata.

Dipikir-pikir secara kimiawi, sabun lebih bersifat basa dan akan bereaksi dengan minyak, semoga aja bener….selesai keramas bilas….kesan pertama rambut masih kaku dan agak susah disisir (karena kondisi masih basah). begitu rambut mengering total…rontok semua effek pomade yang notabene ‘kaku’ dan berminyak di rambut, meskipun ada sedikit rambut.

Ternyata ampuh juga sabun batangan satu ini..(sepertinya hal ini berlaku gak hanya untuk sabun antiseptic batangan ber inisial ‘D’ saja) karena pada umumnya sifat sabun batangan bersifat basa dan pasti akan ada reaksi melawan minyaaaaak….(muka berminyak aja di pake in sabun batangan juga keset tuh kulit), ga perlu pembersih muka ini itu.

Dan kali kedua kisah menjalin kasih dengan sabun batangan terulang kembali, penulis memakai frankengrease dan sedikit Dax vegetables yang isinya minyak sayuran daily hair care, untuk nambahin sedikit efek kilau dan lemesin rambut. Setelah degrease dengan sabun batangan ‘D’ pun terjadi lagi dan rontok semua efek nya…..lumayan gak perlu berulang kali keramas untuk hilangi efek pomade. Cukup dengan merogoh beberapa ribu rupiah untuk membeli sabun batangan dan selesai masalah rambut kaku ber pomade.

At least rambut normal kembali dan anti kuman kebetulan pake judul sabun batangan yang antiseptic (semacam nostalgia petani desa jaman dulu yang mandi di kali dan keramas pake sabun batangan yang sama). Toh sehat aja rambut mereka (entah kebetulan ato tidak terlalu peduli dengan kesehatan rambut, kagak tahu dah).

 

Galau adalah harapan, jika dirasa galau dan tidak berani out of the box mencoba sesuatu yang kurang lazim, jangan pernah mencoba untuk meniru ulasan apa yang tertulis di atas. Karena ini semua adalah wujud kenekatan, fakta dan bukan coba-coba hanya dalam rangka untuk digunakan sebagai bahan penulis untuk bercerita.

Salam Klimis #klimiskagemsedanten @lalijungkatan

lalijungky1