Jogjakarta – Indonesian Business Carnival 2015

headlalijungkatan

Business Carnival, sebuah konsep yang dipersembahkan oleh IBC UII. Menggelar kembali rangkaian acaranya hari ini 31 Mei 2015  di Benteng Vredeburg Jogjakarta. Salah satu gelaran ujuk gigi hasrat wirausaha dari beraneka ragam pernak-pernik usaha di Jogjakarta.

Indonesian Business Carnival

POWEROFF POMADE salah satunya, sebuah titik usaha dalam dunia gaya hidup rambut (pomade dan pernak-perniknya) yang turut andil dalam even pada hari ini. Pomade store yang berada di pusat kota Jogjakarta, tepatnya berada di Jl. Monumen Jogja Kembali  No. 179 (500 Meter Utara Hotel Tentrem / 2 Km Utara Tugu Jogja) HP/WA : 0852 9245 0000 BB : 538144A6

Mencoba untuk lebih intim berinteraksi dengan khalayak umum warga Jogja khususnya untuk lebih semakin memperkenalkan maraknya fenomena ‘pomade’. Hadir berdampingan dengan titik-titik usaha yang lain didalam tempat yang sama di Benteng Vredeburg meramaikan suasana liburan pada hari Minggu dari  pagi jam. 09.00 hingga 21.00 malam ini.

Bermacam pomade lokal maupun import akan tersaji di booth nomor 21 (POWEROFF POMADE) tersebut. Jika ada uang lebih dan ingin meminang beberapa item ‘whistlist’ tertentu semoga saja terobati disini dengan tambahan menu memanjakan mata terumbar menikmati meriahnya suasana sekitaran kilometer Nol Jogjakarta.

IMG-20150530-WA0021

Momen yang pas untuk saling bertatap muka dan ramah-tamah dengan teman-teman Pomade Enhusiast, Pomade Enthusiast Jogjakarta dan siapa saja yang kebetulan singgah di Kota Jogjakarta dalam rangka mendapatkan tambahan sedikit asupan  wacana baru dalam mengikuti dinamika dunia klimis di Indonesia.

Sebuah kesempatan bagi teman-teman PEJ Jogjakarta untuk turut meramaikan didalamnya, rendezvous dadakan bertegur sapa mempererat silaturahmi walau bukanlah sebuah gath terencana, biarpun sebentar namun penuh makna tatap muka dan dialog terbuka dunia nyata. Sumonggo.

Sukses dan acara berjalan lancar pastinya untuk POWEROFF POMADE JOGJAKARTA.

Jabat erat tangan sahabat, salam damai selalu dan salam klimis.

lalijungkatan-blogfooter

Advertisements

Bertutur itu Sejuta Makna

headlalijungkatanBertutur cerita, membaca dan memahami kemudian menceritakan kembali.

Hal sederhana yang terkadang dengan hadir/hilang nya beberapa makna akan mengurai jutaan makna baru. Memahami hanya sekedar kulit nya dengan memahami dengan sebenar-benarnya paham juga akan membuka cakrawala pemahaman yang sangat berbeda apabila tersadur kembali. Kancah yang masih ‘lumrah’ untuk di toleransi.

Menyikapi segala dinamika yang terjadi dalam lingkup pergerakan dan perkembangan minyak rambut di Indonesia, terutama beberapa hari terakhir karena begitu riuh nya suasana diskusi yang menghangat, membuat lalijungkatan pun ikut antusias dan mencoba menceritakan kembali untuk kembali ke belakang sejenak mengenai riwayat lalijungkatan hadir dalam sebuah blog.

Lalijungkatan berangkat untuk mengurai sedikit pemahaman, memberikan sedikit percikan wacana mengenai fenomena yang bernama ‘pomade’ di Indonesia. Bukan berarti membatasi pembaca untuk bertutur ulang atau bahkan melarang. Blog ini dibuat pada kisaran November 2013 dan penulis hadirkan sebagai ungkapan bahwa dinamika ini layaknya hobi yang selalu tumbuh dan berkembang dengan segala inovasinya dan istilah ‘menarik’ didalamnya selalu hadir untuk mengungkapkan sebuah kreasi.

Jika pun ada pihak-pihak yang menukil tanpa sepengetahuan penulis dan mencoba bertutur ulang dengan sebatas maksimal yang mereka pahami, itu adalah menjadi hak mereka dimana  penulis hanya bisa mengucapkan terimakasih karena telah menyambung kembali rangkaian ilmu sekedarnya yang penulis tuangkan dalam blog ini. Semoga tertutur dengan baik dan ada sebuah pemahaman baru bermakna positif didalamnya.

Berangkat melepas semua keberpihakan dan mencoba netral, sebenar-benarnya berbagi apa yang penulis pahami, meskipun pada akhirnya terkadang ungkapan antusias itu diterjemahkan dengan ragam bahasa dan cara massing-masing.

Lalijungkatan Blog dan Tjap Lali Djoengkatan adalah murni kreasi penulis untuk belajar membuat sebuah hasil karya (untuk nomor CP penulis ada dalam page blog Tjap Lali Djoengkatan), bukan sebagai sebuah manifestasi perlawanan sebagai bahan untuk memicu yang namanya ‘kesalahpahaman’ pembaca sekalian. Sebuah kreasi yang muncul dari rentang pembelajaran semenjak  2013 hingga detik ini lalijungkatan belajar memvisualisasikan dalam sebuah karya  dan menjadi sebuah hasil karya sederhana berupa Tjap Lali Djoengkatan.

Berangkat dengan melawan lupa untuk kembali menikmati apa itu makna nostalgia (sudah barang tentu nostalgia adalah permainan imajinasi untuk kembali ke masa lalu dan penulis kira bukanlah menjadi milik golongan tertentu untuk menikmati nostalgia, sesiapa saja punya hak untuk masuk berimajinasi di dalamnya), sebuah suasana dimana segalanya terkesan jadul atau lawas, yang ada hanya sederhana. Meskipun pada akhirnya makna tersebut menjadi terurai tercerai berai dengan segala batasan kemampuan memaknai menjadi sebuah makna-makna kecil yang terkadang menjadi makna baru dan beda arti bahkan berujung SARA.

Jika pada akhirnya beberapa waktu ini lalijungkatan dan tjap lali djoengkatan tiba-tiba saja terseret dalam sebuah persepsi yang berbeda, menjadi klaim pihak tertentu dan ikut terbawa dalam dinamika bersitegang dalam sebuah forum diskusi tertentu dan turut andil dalam sebuah keberpihakan kelompok tertentu, hal tersebut sangatlah melenceng jauh dari niatan awal penulis untuk berbagi. Penulis tidak bisa dan belum mampu untuk selalu memonitor pergerakan mengawasi cara mereka berantusias terhadap Tjap lali Djoengkatan dengan maraknya media sosial yang sangatlah beragam jenisnya. Karena ini semua sebatas lampiasan hobi dan ketertarikan penulis diluar kesibukan (pekerjaan) utama penulis untuk berbagi dan membuat Tjap lali Djoengkatan.

Berangkat dari blog inilah penulis hadirkan Tjap Lali Djoengkatan, berangkat dengan penuh kebebasan menulis, berkreasi, dalam batasan norma dan etika, tanpa membawa, memaksakan, ataupun bahkan melibatkan orang, golongan tertentu untuk mencoba mengawali berbagi.

Untuk semua pemerhati lalijungkatan dan Tjap Lali Djoengkatan, jika saja penuh tanda tanya dalam benak untuk bertanya selama kurun waktu blog ini hadir disertai hadirnya Tjap Lali Djoengkatan, ada yang mengganjal, ada kesalahpahaman dan mencoba mengklarifikasi relatifitas kebenaran, bisa langsung menghubungi penulis,  silahkan hubungi  di WA 0822 2003 7002 / 73ccdcb4.

Sebuah tulisan pagi bercampur rasa ngantuk untuk meletakkan kembali semuanya pada semestinya, salah dan khilaf adalaha Lali Jungkatan.  Salam,

lalijungkatan-blogfooter

DO GOOD ORGANIC POMADE

headlalijungkatanDO GOOD dari Greasy Revival Jogjakarta.

Pernah mendengar istilah ‘Wedang Uwuh‘ ?

Sebutan untuk sebuah nama minuman tradisional khas Yogyakarta, minuman yang terbuat dari ragam komposisi dedaunan yang sekilas mirip ‘sampah’ atau bahasa jawa nya dalah ‘uwuh’.

Terdiri dari serutan kayu secang, jahe yang di memarkan, daun kayu manis, daun cengkeh, daun pala dan butiran cengkeh kering.  Dan itulah pula bahan yang tertuang dalam pembuatan DO GOOD Organic dari greasyrevival jogjakarta, dengan menambahkan kehadiran aroma cendana didalamnya. (dengan menghilangkan bahan lain berupa gula pasir atau gula batu, karen suatu hal yang lucu jika saja pomade menggunakan bahan gula pasir atau gula batu bukan?).

Diolah dengan cara yang sangat konvensional/tradisional layaknya dalam proses pembuatan jamu dengan mencampurkan semua bahan-bahan wedang uwuh ke dalam formulasi Pomade DO GOOD satu ini. Benar-benar mengusung dan berangkat dengan tata cara warisan leluhur yang menjadi budaya kita. Sebuah konsep yang berangkat dengan sangat sederhana sekali.

dogood

Analisa masuk akal mengapa mencampurkan semua bahan ke dalam formula adalah sebagai satu alternatif lain untuk mendapatkan aroma natural yang terdapat dari masing-masing bahan penyusun nya dan bukan mendapatkan aroma dari asupan ‘fragrance oil’ ke dalam nya layaknya pomade pada umumnya.Cara lain seorang ‘brewer’ memanifestakan sebuah hasil karya.

Menilik dalam sisi kemasan, unik dan benar-benar tampil beda. Sepenuhnya terbuat dari bahan kayu mahoni ‘Slip On’ dan menggunakan polesan Laser Grafis dalam menyajikan Label dan penulisan komposisi (total natural tanpa ada sedikitpun material plastik atau bahkan logam didalamnya).

dogood-organic

Dan berdasarkan hasil informasi yang sempat terkorek dari pihak Greasy revival, bahwa untuk mempertahankan daya awet kemasan kayu tersebut, kemasan kayu dipoles dengan natural wax khusus untuk kayu kreasi pihak greasy revival dengan aroma cendana. Dan jika pada akhirnya nanti setiap pomade yang telah beredar ke konsumen pun, pihak greasy revival menegaskan cukup colek sedikit isi pomade di dalamnya dan lapiskan pada seluruh permukaan luar kemasan untuk membantu menjaganya tetap awet.

dogood-organic1

Awet tersebut dihasilkan dari material utama ‘wax’ natural sebagai pelapis yang bersifat meresap dalam setiap serap serat kayu dan melindungi dari reaksi udara luar. Setiap paket DO GOOD dari Greasy Revival di kemas dalam ‘pouch’ yang terbuat dari bahan karung goni (dengan lapisan kain didalamnya untuk menghindari rusak pada pouch karena karakter bahan goni nya).

Sodoran karya seni yang tertuang dalam sebuah menu gaya hidup (gaya rambut) yang turut meramaikan marak nya dunia klimis di Indonesia. Bermain dalam skena organik dan menerjemahkan nya dengan cara yang berbeda. Salam Klimis.

lalijungkatan-blogfooter

Menyaring Lilin Lebah Dengan Saringan Tahu

headlalijungkatanEsensi ‘menyaring’ dalam bahasan ini adalah memisahkan kotoran yang tidak seharusnya hadir dalam sebuah beeswax yang bersih.

Kapan dilakukan penyaringan? Hal sederhana yang terkadang turut andil dalam menentukan hasil akhir sebuah produk. Ada beberapa alternatif melakukannya :

1. Sebelum Beeswax diolah dalam formulasi pembuatan pomade/lilin/lip balm atau apapun jenisnya dalam pembuatan sebuah produk.

2. Ketika siap saji dalam sebuah formulasi produk jadi

Seperti kita pahami bahwa lilin lebah ‘raw’ (bukan refined beeswax warna putih dalam bentuk butiran atau ‘granule’) yang kita dapatkan di pasaran pada umumnya masih dalam kondisi bercampur dengan kotoran sarang lebah beserta remah-remah nya masih memerlukan tahapan lanjut untuk membersihkan. Bersih dalam hal ini meminimalisir hadirnya kotoran (daya saring sebuah bahan memiliki batasan untuk ukuran kelembutan butirannya).

Kembali pada bahasan soal saring-menyaring, salah satu alternatif nya adalah menggunakan kain saringan Tahu, bukan berarti tidak akan bisa menyaring selain menggunakan kain tersebut. Kain saringan Tahu yang digunakan pada kebanyakan industri tahu sudah pasti tahan panas tanpa ada sedikit kehadiran material kapas pada saringan tersebut (antisipasi jika serat kapas ikut tercampur pada hasil saringan) dan jangan khawatir akan meleleh mengingat titik lebur beeswax masih pada kisaran 70-80 sekian derajat kurang lebih. Dan lagi untuk mendapatkannya pun cukup mudah dan relatif terjangkau.

Jika dirasa menyaring dengan menggunakan satu lapis kain kurang memuaskan hasilnya dan masih terdapat butiran lembut pada endapan penyaringan, bisa digunakan dengan rangkap dua.

Trik.

Pada hasil penyaringan beeswax, kadangkala masih tersisa endapan kotoran yang sangat lembut pada dasar beeswax  karena  ada perbedaan berat jenis dari kotoran yang memungkinkan untuk mengendap pada dasar beeswax yang sudah mengeras. Iris tipis dasar permukaan dan tinggalkan untuk pengolahan selanjutnya dalam formulasi. (ini nilai lebih jika beeswax disaring sebelum dilakukan pengolahan dalam sebuah adonan). Berbeda jika penyaringan dilakukan pada saat setelah semua adonan selesai di olah dan siap di takar karena tidak akan mungkin kita mengiris dasar dimana masih tersisa kotoran lembut dari adonan pada saat siap saji dan di edarkan (dalam konteks bahan diluar beeswax sudah benar-benar bersih). Kecuali jika pada hasil akhir adonan dilakukan perulangan proses penyaringan untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut.

Selamat Mencoba, Salam Klimis.

lalijungkatan-blogfooter

SANTAL Brilliantine

headlalijungkatanSantal, Brilliantine berwarna kuning (CI. 19140) dengan kapasitas 50 gr dikemas dalam kaca dengan tinggi 7 cm dan diameter luar isi kemasan hanya 4 cm. Mungil namun kental dengan nuansa klasik begitu pertama kali melihatnya.

santal-lalijungkatanblog-4 Brilliantine produksi PT. Lafonda Beaute, Tangerang – Indonesia ini juga sempat berevolusi dalam hal komposisi dengan melakukan penambahan komposisi beeswax didalamnya (New Batch) meskipun hasil akhir tekstur nya tetap mempertahankan konsistensinya seperti batch sebelumnya dan masih dengan aroma yang sama semacam aroma bedak bayi jadul (versi lalijungkatan).

santal-lalijungkatanblog-2Gambar Kiri (Old Batch) dan Kanan (New batch).

santal-lalijungkatanblog-3

Bermain di kelas Brilliantine dengan ciri khas dominasi kehadiran Vaselin sebagai bahan utama dengan simpulan sederhana masuk dalam kategori Light Pomade, otomatis bayangan kita akan tertuju pada simpulan bahwa yang satu ini lebih dominan menghadirkan kesan kilau saja pada rambut dengan daya set yang ringan pada rambut tanpa menimbulkan kesan kaku yang berarti. Dan tidak jauh berbeda dengan brilliantine pabrikan lokal Indonesia yang lain dengan kapasitas isi pada kisaran 50-100 gram (isi yang cukup untuk brilliantine pabrikan dengan kisaran harga 10-25 ribuan).

santal-lalijungkatanblog-1Yang menjadi pertanyaan adalah apakah makna R & G pada tutup botol dan pada bottom kemasan kacanya? Salah satu analisa sederhana yang mungkin untuk dijawab adalah sebagai perlambang hak paten dari desain kemasan nya, mengingat tulisan R&G dan Santal tertera dengan jelas layaknya embos kaca di dasar kemasan (Glass Marking Trade Mark). Menjanjikan bahwa tidak akan ada kemasan yang sama yang beredar di pasaran entah apapun isi didalamnya. Semoga saja demikian, jika pun salah adalah lalijungkatan.

santal-lalijungkatanblog-6

Sedikit tulisan pagi untuk dibagi, salam klimis.

lalijungkatan-blogfooter