Menyaring Lilin Lebah Dengan Saringan Tahu

headlalijungkatanEsensi ‘menyaring’ dalam bahasan ini adalah memisahkan kotoran yang tidak seharusnya hadir dalam sebuah beeswax yang bersih.

Kapan dilakukan penyaringan? Hal sederhana yang terkadang turut andil dalam menentukan hasil akhir sebuah produk. Ada beberapa alternatif melakukannya :

1. Sebelum Beeswax diolah dalam formulasi pembuatan pomade/lilin/lip balm atau apapun jenisnya dalam pembuatan sebuah produk.

2. Ketika siap saji dalam sebuah formulasi produk jadi

Seperti kita pahami bahwa lilin lebah ‘raw’ (bukan refined beeswax warna putih dalam bentuk butiran atau ‘granule’) yang kita dapatkan di pasaran pada umumnya masih dalam kondisi bercampur dengan kotoran sarang lebah beserta remah-remah nya masih memerlukan tahapan lanjut untuk membersihkan. Bersih dalam hal ini meminimalisir hadirnya kotoran (daya saring sebuah bahan memiliki batasan untuk ukuran kelembutan butirannya).

Kembali pada bahasan soal saring-menyaring, salah satu alternatif nya adalah menggunakan kain saringan Tahu, bukan berarti tidak akan bisa menyaring selain menggunakan kain tersebut. Kain saringan Tahu yang digunakan pada kebanyakan industri tahu sudah pasti tahan panas tanpa ada sedikit kehadiran material kapas pada saringan tersebut (antisipasi jika serat kapas ikut tercampur pada hasil saringan) dan jangan khawatir akan meleleh mengingat titik lebur beeswax masih pada kisaran 70-80 sekian derajat kurang lebih. Dan lagi untuk mendapatkannya pun cukup mudah dan relatif terjangkau.

Jika dirasa menyaring dengan menggunakan satu lapis kain kurang memuaskan hasilnya dan masih terdapat butiran lembut pada endapan penyaringan, bisa digunakan dengan rangkap dua.

Trik.

Pada hasil penyaringan beeswax, kadangkala masih tersisa endapan kotoran yang sangat lembut pada dasar beeswaxΒ  karenaΒ  ada perbedaan berat jenis dari kotoran yang memungkinkan untuk mengendap pada dasar beeswax yang sudah mengeras. Iris tipis dasar permukaan dan tinggalkan untuk pengolahan selanjutnya dalam formulasi. (ini nilai lebih jika beeswax disaring sebelum dilakukan pengolahan dalam sebuah adonan). Berbeda jika penyaringan dilakukan pada saat setelah semua adonan selesai di olah dan siap di takar karena tidak akan mungkin kita mengiris dasar dimana masih tersisa kotoran lembut dari adonan pada saat siap saji dan di edarkan (dalam konteks bahan diluar beeswax sudah benar-benar bersih). Kecuali jika pada hasil akhir adonan dilakukan perulangan proses penyaringan untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut.

Selamat Mencoba, Salam Klimis.

lalijungkatan-blogfooter

Advertisements

Cantumkan Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.