Beeswax Alami Jahat !

Learn

Advertisements

YARDLEY English Lavender

Sedikit bercerita mengenai Yardley, seolah kilas balik kembali ke abad 17 di negeri Inggris Raya, bermula dari sosok Jonathan Yardley yang berakhir menjadi sebuah bisnis usaha minyak wangi dan sabun dengan nama Yardley London.

Setelah 4 abad dalam perjalanan usahanya, entah kapan tepatnya, salah satu dari produk Yadley yang berupa brilliantine satu ini hadir dalam salah satu lini produk buatan Yardley London. Yang jelas dan patut kita pahami adalah bahwa kira-kira dalam rentang ratusan tahun tersebut Brilliantine telah hadir sebagai wujud pomade rambut tradisional buatan mereka di belahan bumi Inggris Raya dimana ‘LAVENDER’ adalah sebuah masterpiece andalan dari Yardley. Dan lagi  jangan salah sangka bahwa brilliantine satu ini pun telah di klaim tidak hanya berguna untuk rambut saja, namun dapat melembutkan bagian kulit tubuh kita yang dirasa amat sangat kering (umumnya tangan dan kaki).

Yang unik disini, berbeda dengan label dan  kemasan dengan sejenisnya.

Sebuah penampakan kemasan lawas Yardley Brilliantine dan masih berupa kaleng logam dengan ciri khas layaknya karat disekujur kemasan nya. Meskipun dalam kemasan Jar kaca masih tetap menunjukkan karakter konsistensi gambar yang sama (gambar sosok perempuan dewasa dan dua anak perempuan di sebelah kirinya). Kedua gambar diambil dari Old Shop Stuff

Kembali pada kemasan jar kaca yang hingga detik ini masih beredar dan bisa ditemui di negeri kita, dengan isi 80 gram/2.8 Oz

yardleylalijungkatan01

Membuka sekilas jar oval segi delapan dengan tutup putar  logam warna emasnya..sekilas aromanya mengingatkan kembali pada petunjuk aroma Japarco meskipun segel kemasan bertulisan Yardley Brilliantine didalamnya masih tertutup rapat rapih. Petunjuk aroma lavendernya samar  mulai hadir disitu.

yardleylalijungkatan02

Ketika segel terbuka…aroma kombinasi Tancho dengan kesan kental aroma Brisk hair cream pun mulai muncul dengan sedikit citarasa aroma ala Rita dan segala macam Brilliantine kemasan oval yang beredar di Indonesia juga muncul (masih berkutat di sekitaran aroma-aroma semacam itu). Dengan permukaan yang halus berkilau tanpa ada guratan bergelombang pada permukaan nya, benar-benar halus dan berkesan lembut.

yardleylalijungkatan03

Sebuah aroma yang sangat kental Lavender mulai benar-benar terasa ketika di colek…aroma mulai menyebar dengan citarasa  khas lavender yang unik, klasik. Seolah aroma benar-benar tercengkeram rapat di dalamnya dan mulai menebarkan aromanya jika colekan demi colekan mulai beraksi. Bertekstur khas Brilliantine dengan dominasi komposisi petrolatum serta kombinasi yang pas dengan minyak didalamnya, tanpa kesan lumer dengan hadirnya genangan minyak, sedikit petunjuk kesan lengket dari teksturnya dan yang sudah pasti bahwa brilliantine satu ini layak diandalkan dalam hal daya kilau nya pada rambut.

Mengenai harga dari Official Yardley London Brilliantinedi banderol dengan harga retail £5.99. Sebuah ‘inspiring’ classic brilliantine yang lain bagi para penggemar brilliantine khususnya.

Semoga menambah sedikit wawasan kembali dan segala khilaf ], salah tulis adalah Lali Jungkatan. Salam Klimis.

cropped-cropped-lalijungkatanblogheader-21.png

GATSBY – STYLING POMADE – SUPREME GREASE

logo-lalijungkatan

Begitu penasarannya dengan pomade ‘mayor label’ besutan GATSBY Indonesia, satu ini yang berlabel SLICKED BACK STYLE – STYLING POMADE – SUPREME GREASE

gatsby-styling-pomade

Akhirnya cukup dengan 25 rebu per pcs dengan kemasan ukuran  80 gram, tanpa pikir panjang karena penulis lihat motto nya begitu menarik perhatian dengan embel-embel ‘Slick Back’ nya, hajar deh 2 pcs dan angkut pulang ke rumah. Sepertinya tidak mau kalah dengan ramenya pasar ‘indie label’ pomade yang marak di Indonesia, pabrikan satu ini ikut andil ambil bagian, dan soal harga pun gak tanggung-tanggung, murah !

Soal kualitas, begitu membuka pertama, luar biasa ! Mengapa ?

#1

Begitu membuka pertama kali sekilas pikiran langsung melayang ke sebuah pomade import waterbase berlabel ‘railcar‘ yang harganya berlipat-lipat dari ‘supreme grease’ satu ini serta kelas kedua varian ini pun berada di ‘medium’ standar juga ketika di aplikasi. Dari visual warna dan aroma yang hampir sama (hanya saja GATSBY satu ini lebih soft dan warna lebih terang sedikit). Feel gue pasti scoop nya gak jauh berasa seperti waterbase itu juga, meskipun terkesan lebih lembut dan lebih light, colekannya amat sangat lembut sekali, terkesan seperti waterbase meskipun dalam kemasan nya juga tertulis ‘Easy to Wash’ Gatsby satu ini tergolong non organik tanpa petrolatum (ada beberapa kandungan kimia semacam antioksidan BHT dan CL26100.

RPOMADEST-2T

#2

Pomade ini tidak menggunakan Beeswax, namun menggunakan ‘Rhus Succedanea Fruit Wax’ yang populer dengan sebutan Japan Wax (seperti bahan bravast pada artikel sebelumnya yang notabene juga made in Japan – Mandom Corporation Japan).  Wax yang dihasilkan dari ‘mesocarp’ atau kurang lebih daging buah dari Succedanea, bisa dikatakan menggunakan ‘fruit wax’ kurang lebihnya untuk GATSBY pomade satu ini.

rhus

inilah kurang lebih si buah Rhus Succedanea

#3

BHT, inilah komposisi kimia yang terkandung dalam si pomade yang berfungsi sebagai antioksidan (kasarnya anti tengik, anti bau) layaknya vitamin E (tocopherol) yang sempat di temui dalam beberapa pomade lokal yang menggunakannya. Anti tengik dari apa? dari lemak tentunya. Lemak apa yang terkandung di dalam pomade ini (kemungkinan dari castor oilnya juga bisa atau dari wax nya sendiri juga tidak menutup kemungkinan). Sebenarnya inovasi wujud sintetis dari vitamin E itulah si BHT ini (Butylated hydroxytoluene) yang merupakan senyawa kimia turunan ‘phenol’ yang digunakan sebagai aditif bahan makanan, kosmetik, farmasi dalam batas tertentu saja tentunya yang fungsinya sebagai anti oksidan. Kalo mau

#4

CL26100, cholestryl nonanoate Red 17, inilah pewarna dari si pomade tersebut kenapa warnanya menjadi merah/red. Sudah pasti prosentase banyak sedikitnya kemungkinan akan berpengaruh pada tingkat warna hasil akhir nya bukan.

#5

Hasil akhir dari aplikasi pomade yang bisa saya katakan medium ini memang gak jauh beda dengan pomade import pembanding yang ditulis di bahasan di atas tadi (hanya versi rambut penulis saja), daya set nya lumayan dan memang cukup lengket untuk bisa menghasilkan ‘slick back’, pas dengan tulisan yang ada di label kemasannya,  disini saya tidak akan mereview dengan memfoto rambut yang sebelahnya saya kasih gambar pomade, toh kalo sebelahnya saya kasih gambar kemasan minyak goreng pembaca juga tidak akan tahu apa benar penulis gunakan minyak goreng *peace (silakan di review sendiri akan lebih baik). penulis hanya bercerita sebatas yang penulis tahu dan mencoba untuk berbagi, itu saja.

So, jadi sebenarnya komposisi dari ‘styling pomade satu ini sederhana, fruit wax, satu macam oil berupa castor oil, pewarna, aroma dan antioksidan, sedikit berbeda dengan komposisi ‘water base’ yang bermacam-macam bahan kimia di dalamnya. Namun hasil akhirnya sangat mendekati dengan kelas ‘water base’ pomade…

Jika ingin mencoba membuat nya, kendala hanya untuk mendapatkan fruit ‘japan wax’ wax nya saja (replacement dengan beeswax pun sepertinya sangat bisa). Kalau soal bahan kimia semoga di bumi pertiwi ini masih mudah didapatkan. Dan semua kembali ke bagaimana mendapatkan porsi yang pas dari tiap bahan untuk mendapatkan pomade yang bagus sesuai selera. Selamat mencoba.

#klimiskagemsedanten

lalijungky1

POMADErs, Jangan Pernah Lupakan Suhu Ruangan

lalijungkatan

Pernah mengalami menggunakan pomade yang tiba-tiba kena panas (aktifitas di luar ruangan) lembek di rambut dan minyaknya pun meleleh ? atau bahkan mengalami menggunakan pomade dan di dalam ruangan ber AC pun mengeras dan menjadi susah di atur?  Mau bergaya pompadour pun gak kesampaian harus keluar ruangan dulu untuk melunakkan kekerasannya karena rambut terlalu kaku dan susah dibentuk?

Atau pernahkan menyadari bahwa pomade yang kita import dari Luar Negeri yang notabene ‘hard’ begitu sampe Indonesia menjadi lembek dan menurun tingkat kekerasan nya? Itu dia.

Pomade diciptakan oleh sang brewer (dibelahan bumi ini) sesuai dengan citarasa masing-masing   (soft, medium, hard) dan hal satu ini pasti tidak akan terlepas dari yang namanya suhu ruangan disekitarnya dimana brewer berada (hal ini akan berimbas mengenai hasil akhir tingkat kekerasan pomade). Di bikin entah di kutub, negara 4 musim, negara beriklim tropis dsb pasti akan sangat mempengaruhi sebuah hasil akhir dari penciptaan sebuah pomade. Itu merupakan salah satu faktor..! Begitu juga sebaliknya akan terjadi jika pomade ‘hard’ dari indonesia yang terbang ke Eropa misalnnya, bukan tidak mungkin akan menjadi mengeras dan akan susah di colek sampai memerlukan bantuan Hair Dryer untuk melumerkan. Itu semua karena suhu/iklim/temperatur di sana berbeda dengan di Indonesia.

Jadi ketika sebuah pomade import ber merk A yang dalam deskripsi nya memiliki jabaran tingkat kekerasan senilai 4, apakah akan memiliki tingkat kekerasan 4 juga di Indonesia yang ber iklim tropis. (katakanlah di jakarta yang panas pun jika di bandingkan di daerah pegunungan sudah pasti akan memberikan kesan pertama tingkat kekerasan sebuah pomade yang berbeda). Hal itu baru penilaian berdasarkan suhu ruangan, belum kembali ke karakter rambut masing-masing si pemakai setelah aplikasi (tebal, tipis, panjang, pendek, kaku, lemes dan lainnya) pasti akan memberikan penilaian yang berbeda pula.

Indonesia ber iklim tropis dan sudah pasti pomade dari luaran sana dan sedikit banyak akan kembali menyesuaikan dengan fitrah suhu di Indonesia entah akan melunak, lembek dsb. (dengan segala kekurangan nya jangan salahkan si brewer jika ternyata tidak sesuai dengan yang di iming2 kan, kecuali karena banyak juga pomade lokal buatan indonesia pasti secara garis besar akan terdeskripsi sesuai dengan karakter alam Indonesia dan semoga perubahan nya pun tidak akan terlalu ekstrim).

Jika sudah demikian adanya, salah satu solusi paling tepat untuk menjawabnya adalah, beli pomade nya dan pakai sendiri serta rasakan efeknya. Hal itu terasa lebih logic jika dibandingkan dengan sebuah review belaka. Review adalah sebuah wacana yang sangat bagus untuk menambah pengetahuan kita dan lebih banyak manfaatnya jika sebelum membeli pomade setidaknya kita mempunyai referensi terlebih dahulu,dan jangan pernah menyalahkan sebuah review jika kebetulan apa yang dipaparkan tidak sesuai dengan keinginan pribadi kita. Tetapi semua kesimpulan itu akan terjawab dengan pasti jika kita telah menggunakan nya sendiri sesuai dengan karakter rambut kita.

Kurang lebih paparan ini sekedar berbagi apa yang penulis alami dengan semakin banyaknya pomade di Indonesia. Semoga menjadi sedikit wacana saja dan menambah masukan wacana-wacana lain yang telah ada sebelumnya. Karena pomade itu pilihan dan selera masing-masing.

#Klimis Kagem Sedanten

lalijungky1

Tokyo Night Hair Oil

Tokyo Night Hair Oil

lalijungkatans

Deluxe Brilliantine Tokyo Night Hair Oil Perfume

Minyak rambut kemasan 55 ml keluaran Tokyo Night yang terdiri dari 2 varian warna Hijau dan Merah dengan kemasan Botol Plastik dengan tutup ulir berwarna sepadan dengan tiap warna kemasan nya. Kecuali yang Kemasan Hijau memiliki warna tutup botol Putih.

Sekilas baunya mirip sabun bayi johnson dengan komposisi Mineral Oil, Cetyl Alcohol dan fragrance. Baunya lembut tanpa ada kesan menyengat.

tokyo night hair oil

Minyak rambut ini masih banyak dijumpai di pasar tradisional dan untuk kalangan tertentu setelah mencoba ngobrol dengan sipenjual nya ternyata masih banyak juga penggemarnya (terutama bapak-bapak yang masih ingin bernostalgia menggunakan minyak rambut ini pada masa mudanya dulu), meskiupun ada juga ibu-ibu dan generasi muda yang menyukainya.

Pilihan yang layak dicoba sebagai topper hard pomade untuk mendapatkan kesan berkilau pada rambut. Seperti layaknya hard pomade kurang efek kilau pada hasil aplikasinya tentu saja hair oil bisa dijadikan alternatif pilihan.