Safety Razor Alat Cukur Jadul Tempo Dulu

Bukan tidak mungkin bahwa setengah abad silam penampakan alat cukur semacam ini sudah hadir mewarnai hari-hari para kaum yang butuh rapih, terutama kumis, jambang atau jenggot nya.

Safety razor, safety karena mata pisau cukur ditempatkan pada tatakan tersendiri yang pas dan sedikit meminimalisir bagian kulit wajah kita supaya tidak tergores jika menggunakannya benar.

Entah akan dihias dalam bentuk apapun variasi hiasan pada muka wadah alat cukur ini, secara garis besar tipikal kemasan dan kompartemen-kompartemen didalamnya kurang lebih sama. Hanya akan kita temui dipasaran ada sedikit perbedaan pada corak motif hiasan nya, tipe gagangnya, dan ukir-ukiran pada tangainya, dan terkadang pada topi wadah mata pisau yang ada kita jumpai embos brand khas Shanghai ini.

Masa itu, dibawah sadar masyarakat kita sadar betul bahwa pernak-pernik buatan RRT memang sedari dulu sudah mewarnai pemenuhan kebutuhan kita, katakanlah seperti kancing baju, peniti, paku payung mini, sisir, staples dan perkakas lainnya pun telah hadir membumi di Negeri kita. Termasuk pula alat cukur yang satu ini.

Kembali lagi, menilik dari sisi nostalgia, tidaklah bisa dipungkiri bahwa safety razor ini memang juara dikelasnya, dari segi akses untuk mendapatkannya juga tidak terlalu sulit, dahulu banyak kita jumpai di pasar-pasar tradisional, toko kelontong pinggir jalan layaknya kebutuhan sehari -hari yang mudah sekali kita dapatkan.

Namun jaman terus berkembang, dan inovasi kreatif pasti akan selalu mewarnai dinamika ragam produk semacam ini, namun jangan risau bahwa hingga hari ini pun masih banyak beredar dimana-mana produk legendaris semacam ini, walaupun ada pergesaran secara tempat untuk mendapatkanna seperti di marketplace, toko online.

Lanjut, menilik dari safety razor satu ini, kebetulan tangkai dan seluruh bagian alat nya berbahan metal logam (tidak ada material plastik), hanya saja dalam paket pembelian nya jangan berharap kita akan mendapatkan mata pisau sebiji pun. Bukan masalah besar karena dengan harga yang murah masih pantas untuk ditebus alat cukur ini walaupun tanpa bonus mata pisau didalamnya.

Begitu kita buka pertama kali seperti apa didalamnya, ada sebuah ruas buku yang berfungsi sebagai tempat menyematkan cermin sederhana yang bisa sedikit membantu ketika kita menggunakan alat ini untuk bercukur tanpa harus repot mencari cermin.

Baru setelah kita buka ruas buku bingkai cermin, seperangkat alat cukur ini tersematkan dalam kondisi terpisah baik tangkai maupun rumah untuk mata pisau nya. Karena di antar adua komponen ini terdapat sekrup ‘screw’ untuk menyambung diantara keduanya setelah mata pisau terpasang.

Dan seperti inilah satu dari bermacam bentuk visual dari alat cukur ini, cukup menghibur dengan sedikit hiasan gambar yang dapat berubah-ubah diatas box nya yang berbahan metal logam plat tipis berwarna ala-ala tembaga ini.

Mendapatkannya silahkan ke marketplace sesuai selera masih tersedia, dikoleksi pun pantas karena jika ditelisik secara detil meskipun secara garis besar bentuknya sama, ternyata ada perbedaan-perbedaan tertentu yang unik didalamnya, jika suka mengkoleksi. Tidak dikoleksipun 100% alat ini bisa digunakan dan fungsional mencukupi pemenuhan kebutuhan sesuai manfaatnya. Jadi selamat mencoba, selamat menikmati dan juma lagi segera pada tulisan-tulisan sederhana berikutnya. Salam klimis.

#klimiskagemsedanten

MARIA Orang Aring Brilliantine De Lux

MARIA

Tempo dulu, yang riuh terdengar dan tertangkap dalam benak kita mengenai salah satu produk perapi rambut tidaklah jauh-jauh dari yang namanya Orang Aring. Populer dengan warna Hijau, kemasan botol yang khas unik bercorak dengan tutup kuning. Seperti Rita, Fora, Lilas. Dan kali ini yang menjadi bahan cerita adalah

Maria Orang Aring Brilliantine De Lux

Salah satu dari varian anya adalah seperti penampakan pada gambar, terbungkus cantik dalam plastik yang di ikat dengan rangkaian tali semacam kanvas ala-ala menalikan sepatu, tertuang dalam kemasan botol kaca otentik klasik warna bening, dengan isi cairan brilliantine  warna Hijau tentunya dan dengan penutup plastik berwarna Kuning. Maria yang satu ini berisi kira-kira tida lebih dari 50 ml (karena tidak tercantum berapa kapasitas isi pada labelnya).

Dari segi visual botol, sama persis dengan botol Rita Orang Aring yang senada pula. Hanya saja Maria merupakan salah satu produk Brilliantine dari kota Klaten dan bukan Surabaya atau Semarang tentunya.

Dari aroma, bagi yang antusias dengan hal yang klasik pasti sudah paham dengan aroma khas Orang Aring bukan? Dan memang demikianlah fitrahnya, sebuah kesederhanaan tanpa Gimmick  berlebihan dan apa adanya sebuah produk perawatan rambut tempo dulu.

maria orang aring

Menilik lebih dalam lagi, dari segi komposisi, sudah pasti tidak akan jauh-jauh dari yang namanya Mineral Oil atau White Oil. Sebuah bahan yang masih turunan dari produk Minyak Bumi namun peruntukan nya untuk produk perawatan rambut. Aman? yes…aman dan semua kembali ke perilaku kita sebagai pengguna untuk menggunakan dengan baik, tidak berlebihan dan selalu lakukan perawatan rambut. Jadi bukanlah hal yang harus ditakuti jika pembaca banyak membaca literasi dan memperdalam pemahaman, bahwa tidak serta merta semuanya menjadi sebuah momok yang membuat kita menjadi paranoid dari sebuah produk perawatan sederhana demikian akan menghancurkan diri kita.

Selain White Oil yang memang sudah populis sebagai bahan utama, biasanya terdapat asupan campuran Minyak Kemiri didalamnya serta Ekstrak Orang Aring tentunya ya. Jadi sesederhana itulah produk perawatan rambut semacam ini terlahir. Dan sampe detik ini pun, amat sangat melimpah ruah tersedia di toko-toko tradisional dan penikmatnya pun masih ada dan banyak, tidak tertelan perubahan jaman dengan segala trend yang bergulir dan mebuatnya terlupakan.

Belumlah kenal jika belum mencoba, penasaran dan ingin mencoba? silahkan berburu dan mengenali. Biarpun kita terdampar dalam era Milenial, minimal ada sebuah nostalgia yang bisa kita jadikan bahan cerita untuk generasi berikutnya sebelum produk sedemikian ini akhirnya tersisih yang dahulu sempat mengalami masa kejayaan nya. Selamat mencoba.

Salam Klimis, Lali Jungkatan Famila

#klimiskagemsedanten

 

MINYAK RAMBUT LILAS

LILAS – MINJAK RAMBUT – POMADE. Begitulah kurang lebih penampakan dalam media promonya waktu itu, kapan ? hehe…Yang jelas produk yang satu ini juga turut andil meramaikan dunia minyak rambut pada jaman nya, bisa jadi sejaman dengan era Japarco, Rita, Fora, Santal dan sebagainya.

Wujud original produk Lilas yang satu ini (jika merunut sesuai pada paparan gambar iklan di atas) sepertinya sulit untuk dijumpai, kecuali wujud dinamisasi dari produk ini yang hingga detik ini masih saja beredar dan berproduksi di Indonesia.

Nah, yang masih tersisa dan kental terasa dari LILAS adalah tipe tulisan dan warna nya yang khas Merah (Jika mengamati logo nya berupa logo huruf ‘ L yang ada di dalam outline berbentuk segitiga dan semuanya berwarna Mera). Hanya saja seiring perkembangan jaman mengalami dinamisasi kemasan namun tidak meninggal kesan original klasik dari nya. Dengan menggunakan botol kaca warna Hijau dengan tinggi botol kira-kira 11.5 cm saja dan diameter botol tampungan3.3 cm dengan kapasitas isi 40 ml, dengan sumbat dalam botol berwarna putih di dalamnya dan ditutup putar dengan tutup plastik warna Kuning.

Dan yang lebih unik lagi, diperkuat dengan tanda embos tebal berbentuk Gajah pada ‘bottom’ dari botol kaca tersebut dan tercantum angka 10 di sampingnya (gambar bawah). Warna isi didalamnya kekuningan (CI47000) dan sedikit kental (mungkin karena ada tambahan ekstrak minyak kemirinya yang membuatnya sedikit kental), mengingat komposisi minyak rambut ini sederhana saja, yaitu : mineral oil, minyak kemiri dan aroma, itu saja (sederhana bukan). Dan bagi generasi yang pernah atau memang sering menggunakan minyak rambut ini, satu, aroma parfum wangi yang amat sangat khas (jadul, kuno,vintage).

Diproduksi oleh Perusahaan Kosmetik Lilas, bertempat di Jl. Industri X No.163, Semarang, Jawa Tengah. Terdapat kode Batch dan ‘ED’ atau ‘Expired Date’ pada tiap botol yang di produksinya. (Gambar bawah ED 15-1-2021), sebuah penegasan yang jelas sampai detil tanggal dan bulan tercantum kapan produk ini akan kadaluwarsa.

Klasik dan tradisional memanglah menempati posisi tersendiri di sela hingar-bingar nya tren millenial saat ini, karena kebhinnekaan selera yang luar biasa beragam di negara kita, faktanya dan bukan tanpa alasan yang jelas sebuah produk klasik seperti Minyak Rambut LILAS pun masih mampu mempertahankan eksistensinya bagi para penggunanya yang masih saja loyal dan menggemarinya.

Mungkin daya jangkau edarnya tidak semenggila trend pomade kekinian yang ada di mana-mana, namun jika ada itikad untuk mencari produk satu ini, terutama di kisaran Pulau Jawa, masih akan banyak dijumpai di transaksi jual beli konvensional mekanisme pasar tradisional, terutama di kota kelahirannya Semarang bukan?

Jika menilik dari segi fungsi, Hair Oil yang memang berwujud cair ‘liquid’, selain klaim membantu menyuburkan rambut karena kehadiran ekstrak Minyak Kemiri didalamnya, dari aplikasi akan lebih dominan hanya membuat rambut berkilau berimbas sedikit mudah di sisir/di tata dan tambahan ekstra aroma yang sedikit menyengat khas ‘Classic’ banget, dan cenderung aroma yang bertahan lama.

Namun, jika bagi sebagian orang sesederhana itu pun sudah cukup untuk mampu menata rambut, bukan menjadikan masalah bukan? Kembali ke selera masing-masing. Karena selera bukanlah sekedar ikut-ikut an sehingga melupakan siapa sebenarnya diri kita hanya karena terbawa arus trend.

Selamat berburu jika penasaran, selamat mencoba bereksperimentasi tenggelam dalam nostalgia, Minyak Rambut LILAS.