Tjap Lali Djoengkatan 2019

Rahayu, salam familia, salam jumpa kerabat Tjap Lalidjoengkatan semuanya, semoga selalu sehat dalam lindungan-Nya dimanapun berada. Amin

2019, adalah babak baru dinamika Tjap Lali Djoengkatan untuk sedikit berbenah menuju ke tingkat yang lebih baik, meskipun masih dalam ranah kasta industri rumahan dan skala yang kecil saja, terutama dalam giat karya “jogja handmade“. Setidaknya nostalgia karya-karya kreatif skala UKM masih saja tetap lestari dan semakin maju dan berkembang.

2019, perlahan namun pasti, evolusi dan adaptasi adalah sebuah bunga-bunga dalam kehidupan, perubahan demi perubahan untuk selalu peka terhadap perputaran “trend” pun tidak luput dari perhatian kami tanpa peninggalkan esensi filosofi nostalgia di dalamnya. Semoga tetap menjadi demikian adanya, masih dalam batas kesederhanaan dan membumi.

Tjap Lali Djoengkatan Brilliantine

Tjap Lali Djoengkatan Brilliantine, masih tetap saja dengan kemasan pot plastik produk lokal Indonesia, dengan balutan warna dominasi Orange dengan kapasitas isi kurang lebih 75 gram dalam setiap tuangan isi didalamnya. Dengan perubahan nuansa label utama pada tutupnya beserta detail deskripsi pada label samping. dengan gambar sosok gadis cantik yang sedang sisiran yang lebih sedikit realistis daripada balutan gambar pomade tersebut yang sebelumnya.

Untuk aroma, masih kental dengan kombinasi kesegaran aroma buah “mix” dengan menonjolkan sedikit tingkat ketajaman salah satu aroma di dalamnya (berbeda sedikit dengan aroma terdahulu tentunya). Selebihnya tidak ada lagi perubahan yang begitu berarti dalam penampakan terbaru 2019 dari Brilliantine tersebut.

Tjap Lali Djoengkatan Berbasis Air

Produk terbaru di 2019 ini adalah, “Water Based” pomade dari Tjap Lali Djoengkatan. Pelumas rambut berbasis air dengan sntuhan akhir aroma “Cola” dan “Blueberry“. Masih dengan isi 75 gram. Dengan daya set pada rambut kuat menuju sedang pada hasil akhir aplikasinya. Masih menonjolkan keunikan khas citarasa dari tekstur pencolekannya yang hampir mendekati ala minyak rambut berbasis minyak. Dengan penampakan visual didalamnya yang tidaklah jernih atau bening layaknya pada umumnya pomade berbasis air (namun bukan “hybrid” pomade).

Tjap Lali Djoengkatan “Teman Kentjan” Vanilla Heavy

TEMAN KENTJAN, sebutan khas untuk jenis pelumas rambut dengan daya set “Medium Hold” maupun “Heavy Hold” untuk produk Tjap Lali Djoengkatan. Terdapat 6 ragam kombiasi aroma dan daya set pada rambut untuk varian Teman Kentjan tersebut.


Tjap Lali Djoengkatan “Teman Kentjan” Vanilla Medium

Dua gambar di atas adalah varian aroma terbaru untuk Tjap Lali Djoengkatan Teman Kentjan dengan aroma Vanila, terdapat 2 tingkatan daya set pada rambut, yaitu Medium dan Heavy. Medium yang kurang lebih diartikan memiliki perbandingan daya kilau dan tingkat kekerasa pada aplikasi di rambut 50% : 50%. Kemudian untuk yang Heavy Hold dengan kisaran komparasi kilau dan tingkat kekerasan 25% : 75 %.


Tjap Lali Djoengkatan “Teman Kentjan” Bubble Gum Heavy

Tjap Lali Djoengkatan “Teman Kentjan” Vanilla Medium

Dua varian kombinasi berikutnya adalah Teman Kentjan dengan aroma “Bubble Gum” dan juga terdiri dari 2 tingkatan daya set “Hold” yaitu : Medium dan Heavy dengan aroma yang sama. Juga dengan kapasitas isi yang masih sama 75 gram. Memiliki tekstur dan tingkat kelembutan yang sama untuk semua jenis tema Teman Kentjan, hanya saja dengan sentuhan akhir aroma yang berbeda.


Tjap Lali Djoengkatan “Teman Kentjan” Guava Heavy

Teman Kentjan “Guava Heavy“, nah khusus untuk varian yang satu ini, dengan aroma Jambu, hanya tersedia dengan daya set pada rambut yang “heavy” saja, tidak ada varian “medium“. Varian Medium diwakili oleh aroma “Green Tea” (gambar di bawah ini).


Tjap Lali Djoengkatan “Teman Kentjan” Green Tea Medium

6 tersebut di atas lah, selain “Brilliantine” dan “Water Based” yang mengisi kombinasi tema Teman Kentjan. Adakah yang lain lagi selain di atas?

Parfum Padat Tjap Lali Djoengkatan “Solid Cologne”

Ya, parfum padat atau “solid perfume” atau “solid cologne“, 30 gram. Adalah versi padat dari sebuah produk pewangi tubuh atau parfum. Parfum yang pada umumnya berwujud cair, kami sajikan dengan versi padat dengan kemasan yang lebih simpel. Dengan aroma kombinasi “Cigar” dengan sentuhan kesegaran buah didalamnya. Cara menggunakan nya pun gampang, mengingat komposisi dari parfum padat ini lebih didominasi konsentrasi aroma atau “frgarance” didalamnya, cukup colek sedikit saja dan bisa langsung dioleskan pada pergelangan tangan misalnya, atau belakang daun telinga, pada leher, belakang siku. Dan sebenarnya relati menyesuaikan si pemakai akan lebih suka di bagian tubuh yang mana mana parfum ini akan dipergunakan.

2019, kurang lebih paparan baru dari lalijungkatan untuk menyambutnya termaktub dalam cerita, gambar dan penjelasan di atas. Semoga turut meramaikan riuh rendah dunia klimis di nusantara tercinta ini. Untuk item yang belum tercantum di atas, lain waktu dalam bahasan yang berbeda akan kami sambung kembali merangkai nya. Semoga menambah wacana dan membawa nilai manfaat di dalamnya, Salam klimis, Salam Indonesia, Rahayu.

Japarco Brilliantine Pomade – Pomade Kenangan Masa Lampau – PART II

Artikel pertama di tahun 2018

Yang akan terpapar kali ini adalah sebuah lanjutan sederhana dari posting Part I (November 2013 yang lalu). Cukup lama dan inilah bagian terindah dari nilai sebuah proses, dimana ada perjuangan diidalamnya untuk mendapatkan apa yang bahasa awam ucapkan sebagai hobi koleksi.

Sedikit melanjutkan cerita tentang ‘Japarco’. Sebuah kenangan yang pernah ada hadir meramaikan gaya hidup klimis di Indonesia.

Japarco yang ke-3 berikut menggunakan kemasan jar beling kaca yang cukuplah tebal, dengan penutup logam dan menggunakan embos bertuliskan Japarco. Menggunakan tipe huruf ‘font’ klasik bergambarΒ  sosok wajah dari sisi samping seorang pria dan wanita. Tidak terdapat keterangan isi atau beratnya yang tertera pada kemasan (umumnya dengan ukuran 5.5 cm x 6.5 cm seperti ini tidaklah jauh-jauh dari kisaran 100 gram atau sekitar 2.5 – 3 Oz). Berat total kemasan beserta isinya kurang lebih 200 gram.

Entah memiliki aroma bawaan apa yang sebenarnya terkandung dalam pelumas rambut tersebut karena termakan usia dan mulai hambar bahkan samar tercium. Kemungkinan tidaklah jauh dari aroma aroma classic gaya minyak rambut jaman dahulu seperti lavender, baby powder dan sebagainya.

Label dan embel-embel tulisan yang mengisi sekujur stiker (kertas) yang menempel pada kemasan tersaji dalam bahasa indonesia dan belanda (meskipun ada beberapa kata dalam bahasa Inggris yang menekankan demikian ‘Not Sticky – Not Gummy’ kurang lebih menekankan bahwa minyak rambut ini tidaklah lengket pada aplikasinya dan hanya cenderung memberikan nilai kilau pada rambut untuk memudahkan dalam penataan saja.

Bahasa Indonesia yang tercantum didalam nya sudahlah termasuk kekinian sebenarnya ‘di jaman nya’ ya, namun sebenarnya tidaklah tabu bagi beberapa penggiat kekunoan untuk menggunakan nya dijaman sekarang bukan?

Japarco membikin ramboet mendjadi haloes serta mengkilap. Menjegah rontoknja ramboet dan membbikin koeat djoega. Sangat bergoena bagi orang perempoean seabisnja pakai shampoo serta mengampangken bikin krul dan ombak ramboet, tidak mengendal dan tidak pliket

Kemungkinan besar produk yang satu ini dikhususkan untuk konsumsi kaum perempuan jika merunut deskripsi yang terpapar dalam keterangan pada label (namun mungkin juga tidaklah salah jika konon waktu itu pun banyak kaum adam yang menggunakannya).

Inilah poin yang saat ini layak untuk digaris bawahi apakah produk pelumas rambut semacam ini hanya untuk lelaki saja? untuk ‘gentleman’ saja? Jawaban yang masuk akal mungkin hanya ada di benak masing-masing pembaca sekalian seiring dengan ragam embel-embel argumentasi didalam nya.

Bahasa kedua sepertinya menggunakan Bahasa Belanda, layaknya versi dua bahasa dalam pengenalan produk yang esensinya tidaklah jauh berbeda. Hanya konteks sasaran penggunanya yang di titik beratkan pada waktu itu salah satu alasan yang tepat kenapa disajikan dalam pilhan 2 bahasa tersebut.

Logo bulat kecil bertuliskan ‘POMADE JAPARCO’. Pomade, sebuah kata yang sebenarnya cukup lama hadir di Indonesia.

Mengenai isi, tidaklah jauh dari gaya-gaya khas brilliantine seperti pada posting Hayjen Pomade terdahulu, lembut dan halus pada pencolekan, tanpa rasa berat, cukup tangguh untuk memberikan kilau pada rambut sesuai yang dideskripsikan pada ‘product knowledge’ dalam kemasan nya.

Kurang lebih sekelumit cerita pembuka di 2018 ini, mencoba kilas balik mengulik puing-puing produk gaya rambut tempo dulu yang ramai menghiasi Indonesia, jika untuk tahu pun kita harus berproses maka dengan kenal saja untuk sementara sudahlah dirasa cukup, untuk selanjutnya berjuang kembali untuk semakin tahu dan tahu.

Sekian saja dan terimakasih, dan salam klimis Indonesia.