Cek Tarif di Raja Ongkir

lalijungkatan

RAJA ONGKIR

Hidup selalu menyuguhkan kepada kita bahwa dari sekian banyak pilihan itu, kita harus memutuskan untuk memilih salah satu yang terbaik dengan segala pertimbangan terbaik masing-masing.

Banyaknya pertanyaan dan permintaan yang datang bertubi-tubi silih berganti serta konsekuensi logis dari online marketing adalah pertanyaan mengenai ongkos kirim salah satunya.

Menyikapi fenomena maraknya bisnis ‘on line’ pun memancing tumbuhnya penyedia jasa pendukung pelayanan informasi ongkos kirim dari berbagai jasa penyelenggara ekspedisi hingga sampai tracking bukti pengiriman atau resi “Air Way Bill”. Selain penjual merasa terbantu dengan hadirnya layanan tersebut, efisiensi waktu untuk mengantisipasi permasalahan tersebut pun dapat di optimalkan sebagai wujud pelayanan kepada pembeli dalam rangka memberikan  layanan “fast response”.

Salah satu diantaranya dari layanan tersebut adalah sebuah aplikasi ‘RAJA ONGKIR‘.

raja ongkirDengan mobilitas yang cukup tinggi dan tidak sepenuhnya kita sebagai penjual harus di depan layar monitor laptop, memanfaatkan gadget dengan hadirnya aplikasi Play Store dari Google dimana serasa enteng selalu menemani kita kemana saja, aplikasi Raja Ongkir cukup membantu ketika diluar rumah dalam kesibukan diluar rutinitas ber marketing ria tiba-tiba ada ragam tanya pembeli menghampiri dengan segala pernak-pernik pertanyaan nya, penulis rasakan Raja Ongkir cukup solutif dan sangat membantu.

Dalam hal ini aplikasi Raja Ongkir yang penulis unduh dari Google Play Store , cari aplikasi Raja Ongkir, seolah cek ongkir dalam genggaman dan siap sedia kapan saja sebagai senjata melawan segala tanya soal ongkos kirim.

raja ongkir screen shootMudah dalam pengoperasian, ringan dan simpel. Cukup memasukkan kota asal pengiriman dan tujuan, cek..selesai. Keluar beberapa pilihan ongkos kirim beberapa penyelenggara ekspedisi. Kirimkan informasi kepada pembeli dan selesai.

Meskipun sebenarnya aplikasi demikian tidak hanya teruntuk para penjual saja, pembeli pun jika memiliki kapasitas belanja online yang lebih setidaknya juga bisa menggunakan nya. Apapun aplikasi cek ongkirnya, setidaknya sebuah mutualisme dapat terbina dengan saling bantu meringankan dalam sebuah trnsaksi jual beli. Dan semua kembali kepada karakter dan perilaku antara penjual dan pembeli masing-masing.

Dalam versi web nya juga menyediakan tracking resi pengiriman dari penjual, meskipun baru tersedia untuk salah satu jasa ekspedisi saja. Nomor RESI,  inilah yang sebenarnya menjadi tugas penjual untuk menginformasikan kepada pembeli  sebagai kewajiban dan bukti otentik bahwa hasil akhir sebuah transaksi berupa resi dan dari situ  mulailah terjadi perpindahan tanggung jawab dari penjual ke penyelenggara jasa ekspedisi untuk menyampaikan kepada pembeli sesuai kewajiban nya.

Resi hadir sebagai bukti otentik sebuah kepercayaan penjual kepada pembeli, bukti bahwa transaksi berakhir dengan sah dan atas pengetahuan kedua belah pihak. Adil, layaknya ketika penjual mengharapkan bukti otentik berupa bukti transfer kepada pembeli.

Ketika dunia dalam genggaman, optimalisasi semua pernak-pernik pendukung dalam hal transaksi jual beli semacam cek ongkir seperti ini sangat membantu dan setidaknya cukup untuk melengkapi kinerja transaksi.

Semoga bermanfaat dengan hadirnya alternatif tersebut. Salam Klimis.

cropped-cropped-lalijungkatanblogheader-21.png

Advertisements

Menyaring Lilin Lebah Dengan Saringan Tahu

headlalijungkatanEsensi ‘menyaring’ dalam bahasan ini adalah memisahkan kotoran yang tidak seharusnya hadir dalam sebuah beeswax yang bersih.

Kapan dilakukan penyaringan? Hal sederhana yang terkadang turut andil dalam menentukan hasil akhir sebuah produk. Ada beberapa alternatif melakukannya :

1. Sebelum Beeswax diolah dalam formulasi pembuatan pomade/lilin/lip balm atau apapun jenisnya dalam pembuatan sebuah produk.

2. Ketika siap saji dalam sebuah formulasi produk jadi

Seperti kita pahami bahwa lilin lebah ‘raw’ (bukan refined beeswax warna putih dalam bentuk butiran atau ‘granule’) yang kita dapatkan di pasaran pada umumnya masih dalam kondisi bercampur dengan kotoran sarang lebah beserta remah-remah nya masih memerlukan tahapan lanjut untuk membersihkan. Bersih dalam hal ini meminimalisir hadirnya kotoran (daya saring sebuah bahan memiliki batasan untuk ukuran kelembutan butirannya).

Kembali pada bahasan soal saring-menyaring, salah satu alternatif nya adalah menggunakan kain saringan Tahu, bukan berarti tidak akan bisa menyaring selain menggunakan kain tersebut. Kain saringan Tahu yang digunakan pada kebanyakan industri tahu sudah pasti tahan panas tanpa ada sedikit kehadiran material kapas pada saringan tersebut (antisipasi jika serat kapas ikut tercampur pada hasil saringan) dan jangan khawatir akan meleleh mengingat titik lebur beeswax masih pada kisaran 70-80 sekian derajat kurang lebih. Dan lagi untuk mendapatkannya pun cukup mudah dan relatif terjangkau.

Jika dirasa menyaring dengan menggunakan satu lapis kain kurang memuaskan hasilnya dan masih terdapat butiran lembut pada endapan penyaringan, bisa digunakan dengan rangkap dua.

Trik.

Pada hasil penyaringan beeswax, kadangkala masih tersisa endapan kotoran yang sangat lembut pada dasar beeswax  karena  ada perbedaan berat jenis dari kotoran yang memungkinkan untuk mengendap pada dasar beeswax yang sudah mengeras. Iris tipis dasar permukaan dan tinggalkan untuk pengolahan selanjutnya dalam formulasi. (ini nilai lebih jika beeswax disaring sebelum dilakukan pengolahan dalam sebuah adonan). Berbeda jika penyaringan dilakukan pada saat setelah semua adonan selesai di olah dan siap di takar karena tidak akan mungkin kita mengiris dasar dimana masih tersisa kotoran lembut dari adonan pada saat siap saji dan di edarkan (dalam konteks bahan diluar beeswax sudah benar-benar bersih). Kecuali jika pada hasil akhir adonan dilakukan perulangan proses penyaringan untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut.

Selamat Mencoba, Salam Klimis.

lalijungkatan-blogfooter

Yang Berlebihan Itu Tidak Baik Untuk Rambut

headlalijungkatanBahasan soal ‘rambut’ tak pernah ada habisnya untuk diperbincangkan, pro dan kontra hingga ulasan detail dari sudut pandang  efek negatif hingga sisi positifnya pun tak henti dikumandangkan di media informasi apapun jenisnya demi menyelamatkan nasib mahkota kita yang bernama ‘rambut’

Satu yang dapat diambil benang merah nya diantara ribuan pendapat dan perdebatan yang ada di luaran sana mengenai rambut khususnya, adalah bahwa semua yang berlebihan itu tidak baik . Contoh sederhana dari cara keramas berlebihan, penggunaan produk kecantikan rambut yang berlebihan, ganti-ganti warna rambut atau bleaching berlebihan, keseringan memakai topi (penutup kepala) berlebihan atau bahkan cuek-cuek saja tidak pernah memperdulikan kesehatan rambut dengan berlebihanpun juga tidak akan memberikan imbas yang baik. Banyak sekali contohnya. Dan pada akhirnya semua perlakuan berlebihan pada rambut (terkadang hanya demi sebuah penampilan misalnya dengan menggunakan produk rambut tertentu) akan lebih banyak memberikan efek buruk bagi rambut…entah rambut menjadi rontok, rambut menjadi kering, rambut bercabang, rambut berubah warna, kulit kepala jerawatan, gatal, panas dan sebagainya banyak sekali.

Kemudian harus bagaimana menyikapinya? Salah satunya adalah perlakukanlah rambut kita sesuai porsinya (perlakukan dengan pehaman). Pemahaman dengan banyak cara untuk mencarinya melalui media yang begitu dekat dengan kita dan mudah sekali kita mendapatkan nya sebenarnya. Adakalanya kita memerlukan rambut untuk mendukung tampil gaya dimuka umum, dan ada waktunya kita berikan rambut kesempatan untuk sehat mendapatkan hak nya (sehat, relaksasi, perawatan, penyegaran dan sebagainya).

Rambut memerlukan sebuah keseimbangan supaya tetap sehat, banyak sekali jenis produk untuk rambut yang bisa dengan mudah kita konsumsi untuk digunakan sehari-hari dengan berbagai macam karakter/tipe kandungan dan komposisi nya, tetapi bukan untuk menjadikannya seolah diri kita menutup mata sehingga mengorbankan nasib kesehatan rambut kita demi sebuah produk kecantikan rambut tertentu.

Dengan hadirnya dunia dalam genggaman tangan, membuat kita menjadi lebih bijak, cerdas dalam memperlakukan rambut kita. Perlakuan yang justru membawa ke arah yang lebih baik untuk rambut, bukan untuk merusak masa depan rambut kita.

Tahu saja mungkin tidak cukup, melangkah sedikit ke depan lagi untuk menjadi tidak sekedar tahu saja, tetapi juga masuk dalam tingkatan mengerti. Dengan mengerti kita bisa memutuskan mana yang baik dan mana yang tidak untuk memberikan perlakuan terbaik pada rambut sesuai porsinya.

Segala bentuk wacana yang ada adalah sebenarnya demi kebaikan semata, hanya tersajikan dengan nuansa yang berbeda untuk lebih mudah kita semua untuk memahaminya bukan?

Selanjutnya semua kembali pada diri kita masing-masing untuk melangkah mengambil yang terbaik, dan semoga orang itu adalah pembaca semuanya.

Kurang dan Salah adalah Lalijungkatan. Salam Klimis.

lalijungkatan-blogfooter

Cara Memutihkan Natural Beeswax

lalijungkatan

Sebenarnya kurang pas jika judulnya memutihkan natural beeswax, namun intinya adalah bahwa warna alami beeswax adalah tidak jauh dari warna coklat yang kadang kita temui warna coklat tua, muda, ada yang mendekati ke warna coklat orange. Dan kehadiran warna alami inilah yang kadang sempat membuat para ‘brewer’ kesulitan untuk mencampurnya dengan pewarna. Karena warna akhir berupa padatan pomade  yang dihasilkan kadang tidak bisa memberikan hasil seperti ketika dalam warna wujud cairnya.  Sedikit kasus yang berbeda jika brewing menggunakan microcrystallin wax yang warna aslinya kuning terang seperti keju, atau refined beeswax yang berupa grain/butiran yang sudah berwarna putih karena pemutihan yang dilakukan dengan cara kimia (melibatkan material kimia untuk pemutihan beeswax).

Salah satu cara alami dan memang sedikit memerlukan waktu adalah dengan cara menjadikan beeswax menjadi ukuran kecil-kecil pipih (bisa dengan mengiris nya kecil kecil tipis) dan dijemur di bawah terik matahari untuk beberapa waktu. Dan hal ini tergantung dengan kekuatan sinar matahari karena akan terkoreksi dengan waktu, bisa 2 atau 3 hari ataupun bisa seminggu untuk mendapatkan nya menjadi beeswax yang berwarna lebih terang dari sebelumnya.

Untuk skala besar atau produk massal cara demikian memang kurang efisien, namun  hasil akhir dengan warna yang lebih terang akan lebih memudahkan kita untuk mencampur nya dengan pewarna. Meskipun dalam hal ini aroma alami beeswax seperti madu masih ada.

Mengingat harga natural beeswax merupakan varian wax yang termasuk mahal di kelasnya jika dibandingkan dengan micro wax dan wax turunan minyak bumi lainnya, jika memang keharusan menginginkan natural beeswax yang berwarna putih bersih yang sudah dibersihkan secara kimiawi pasti akan memerlukan biaya tambahan untuk pemrosesan nya, toh jika harus membeli nya pun sudah dipastikan harganya lebih mahal dari harga natural beeswax yang warna nya alami. Sebuah pertimbangan yang perlu dijadikan acuan jika teman-teman brewer ingin bermain dengan natural beeswax, antara pilihan memutihkan secara alami namun ekstra waktu atau harus membeli jadi yang sudah berwarna putih.

Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat meskipun sebiji sawi saja bagi pembaca sekalian, salam klimis

#klimiskagemsedanten

lalijungky1

POMADErs, Jangan Pernah Lupakan Suhu Ruangan

lalijungkatan

Pernah mengalami menggunakan pomade yang tiba-tiba kena panas (aktifitas di luar ruangan) lembek di rambut dan minyaknya pun meleleh ? atau bahkan mengalami menggunakan pomade dan di dalam ruangan ber AC pun mengeras dan menjadi susah di atur?  Mau bergaya pompadour pun gak kesampaian harus keluar ruangan dulu untuk melunakkan kekerasannya karena rambut terlalu kaku dan susah dibentuk?

Atau pernahkan menyadari bahwa pomade yang kita import dari Luar Negeri yang notabene ‘hard’ begitu sampe Indonesia menjadi lembek dan menurun tingkat kekerasan nya? Itu dia.

Pomade diciptakan oleh sang brewer (dibelahan bumi ini) sesuai dengan citarasa masing-masing   (soft, medium, hard) dan hal satu ini pasti tidak akan terlepas dari yang namanya suhu ruangan disekitarnya dimana brewer berada (hal ini akan berimbas mengenai hasil akhir tingkat kekerasan pomade). Di bikin entah di kutub, negara 4 musim, negara beriklim tropis dsb pasti akan sangat mempengaruhi sebuah hasil akhir dari penciptaan sebuah pomade. Itu merupakan salah satu faktor..! Begitu juga sebaliknya akan terjadi jika pomade ‘hard’ dari indonesia yang terbang ke Eropa misalnnya, bukan tidak mungkin akan menjadi mengeras dan akan susah di colek sampai memerlukan bantuan Hair Dryer untuk melumerkan. Itu semua karena suhu/iklim/temperatur di sana berbeda dengan di Indonesia.

Jadi ketika sebuah pomade import ber merk A yang dalam deskripsi nya memiliki jabaran tingkat kekerasan senilai 4, apakah akan memiliki tingkat kekerasan 4 juga di Indonesia yang ber iklim tropis. (katakanlah di jakarta yang panas pun jika di bandingkan di daerah pegunungan sudah pasti akan memberikan kesan pertama tingkat kekerasan sebuah pomade yang berbeda). Hal itu baru penilaian berdasarkan suhu ruangan, belum kembali ke karakter rambut masing-masing si pemakai setelah aplikasi (tebal, tipis, panjang, pendek, kaku, lemes dan lainnya) pasti akan memberikan penilaian yang berbeda pula.

Indonesia ber iklim tropis dan sudah pasti pomade dari luaran sana dan sedikit banyak akan kembali menyesuaikan dengan fitrah suhu di Indonesia entah akan melunak, lembek dsb. (dengan segala kekurangan nya jangan salahkan si brewer jika ternyata tidak sesuai dengan yang di iming2 kan, kecuali karena banyak juga pomade lokal buatan indonesia pasti secara garis besar akan terdeskripsi sesuai dengan karakter alam Indonesia dan semoga perubahan nya pun tidak akan terlalu ekstrim).

Jika sudah demikian adanya, salah satu solusi paling tepat untuk menjawabnya adalah, beli pomade nya dan pakai sendiri serta rasakan efeknya. Hal itu terasa lebih logic jika dibandingkan dengan sebuah review belaka. Review adalah sebuah wacana yang sangat bagus untuk menambah pengetahuan kita dan lebih banyak manfaatnya jika sebelum membeli pomade setidaknya kita mempunyai referensi terlebih dahulu,dan jangan pernah menyalahkan sebuah review jika kebetulan apa yang dipaparkan tidak sesuai dengan keinginan pribadi kita. Tetapi semua kesimpulan itu akan terjawab dengan pasti jika kita telah menggunakan nya sendiri sesuai dengan karakter rambut kita.

Kurang lebih paparan ini sekedar berbagi apa yang penulis alami dengan semakin banyaknya pomade di Indonesia. Semoga menjadi sedikit wacana saja dan menambah masukan wacana-wacana lain yang telah ada sebelumnya. Karena pomade itu pilihan dan selera masing-masing.

#Klimis Kagem Sedanten

lalijungky1