Cacao Butter Yang Mana ?

headlalijungkatan

Mencoba komparasi penggunaan Cacao Butter/Oleum Cacao dalam aplikasi pembuatan minyak rambut. Berikut 2 tampilan material Cacao Butter yang memiliki kepadatan dan aroma yang berbeda (Gambar Kiri dan kanan).

Processed w

Gambar kiri adalah ‘deodorized’ cacao butter yang sudah tidak lagi begitu kental aroma coklat nya dan memiliki wujud yang padat. Memiliki bau lebih cenderung seperti mentega.

Gambar kanan adalah cacao butter yang masih khas aroma coklat nya dan memiliki tekstur yang lebih lembut ‘semisolid’ dan mudah lumer meskipun hanya di remas menggunakan kedua ujung jari.

Mengenai pilihan yang mana yang akan dijadikan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan sebuah minyak rambut kembali kepada masing-masing. Selama ini penulis menggunakan pilihan pada gambar kanan (banyak alasan kenapa pilihan jatuh pada butter yang lebih bertekstur lunak).

  1. Pertama adalah aroma khas coklat pada gambar kanan dalam sebuah formulasi sedikit banyak mampu membantu untuk memepertahankan aroma/fragrance oil yang ditambahkan dalam sebuah adonan formulasi. Jika pun menggunakan bahan lilin lebah alami mampu membantu untuk mengurangi aroma alami madu yang ditimbulkan oleh lilin lebah alami dalam formula dengan hadirnya butter yang satu ini.
  2. Kehadiran butter gambar kanan dalam sebuah formulasi tidak begitu berpengaruh pada tekstur hasil akhir yang kita harapkan. Jadi asupan butter tersebut cukup memberikan nilai lebih dalam hal manfaat tanpa mengurangi uniknya tekstur minyak rambut yang dihasilkan.

Cacao Butter Padat (Gambar Kiri)

Dari hasil uji percobaan menggunakan cacao butter yang sudah dihilangkan aroma coklatnya dan dengan wujud padat (uji dengan menggunakan jumlah gramasi yang sama jika menggunakan butter gambar kanan). Hasil akhir yang didapatkan menunjukkan bahwa penambahan material bahan ini cukup mempengaruhi tekstur pada hasil akhir pembuatan (tekstur lebih keras dan terdapat indikasi bahwa minyak rambut yang kita buat cenderung memiliki tekstur flake/bongkah semacam pecah-pecah). Dari aroma juga kurang memberikan andil ‘hint’ aroma coklatnya.

Mengingat harganya yang relatif mahal dalam setiap kilogram nya, jika berkeinginan menggunakan bahan ini dalam sebuah formulasi pembuatannya. Alangkah baiknya jika memahami betul karakter massing-masing tiap bahan yang digunakan sebelum ‘fix’ memantapkan pilihan akan jatuh menggunakan cacao butter yang mana yang akan digunakan.

Penjelasan di atas hanyalah sebuah wacana dari sekian banyak probabilitas hasil akhir sebuah produk ‘home made pomade’ dengan menggunakan variasi cacao butter yang berbeda. Tidak menutup kemungkinan masing-masing memiliki kecocokan pada pilihan di antara keduanya sesuai dengan tekstur hasil akhir yang dikehendaki. Dan silahkan baca artikel mengenai Cacao Butter pada post sebelumnya.

Selamat mencoba, Salam klimis

lalijungkatan-blogfooter

Advertisements

Cocoa Butter/Lemak Kakao/Theobroma Oil/Mentega Coklat

headlalijungkatanCocoa Butter/Lemak Kakao/Theobroma Oil

Mencoba bercerita lagi mengenai bahan, berupa Cocoa Butter atau sederhananya lemak kakao dan kerennya Theobroma Oil.

lalijungkatan-bahanpomade-cocoabutterMerupakan salah satu lemak tumbuhan paling stabil (jenuh) yang diekstrak dari biji coklat, dengan aromacoklat yang lembut, umumnya memiliki titik lebur pada kisaran suhu 40 derajat, jika di rasa akan tawar dan berminyak dengan warna kuning pucat bertekstur micro granule pada kondisi padat dan sangat lembut berminyak. Pada umumnya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan coklat (coklat putih, hitam bahkan susu coklat).

Kembali ke bahasan dalam kategori ini, bagi para brewer pomade, cocoa buter satu ini cenderung digunakan untuk menghasilkan pomade organic atau bisa juga vegan pomade yang  kental dengan nuansa natural sebagai alternatif pengganti shea butter yang terkesan lebih lengket jika digunakan, dan sembari kembali mengingat bahwa dalam pengolahan untuk menghasilkan lemak ini diolah tanpa melibatkan bahan kimia apapun.

Inilah salah satu raja pelembab alami, dalam konteks manfaat nya untuk rambut akan sangat berguna sebagai conditioner untuk rambut yang kering (sebagai fungsi melembabkan dan bukan berarti hanya berguna untuk tipe rambut kering saja). Selain sebagai fungsi pelembab dan menebalkan rambut, lemak kakao ini merupakan antioksidan konsentrasi tinggi (beberapa mengatakan antibakteri) dengan kandungan tocopherol atau vitamin E didalamnya (memperpanjang masa/usia keawetan suatu produk dalam hal ini pomade) atau dengan kata lain anti tengik pada sebuah produk pomade, bukan hanya vitamin E saja namun juga mengandung Vitamin A dan C.

bahan-tjaplalidjoengkatanIntermezo, inilah mengapa pada batch #3 (Final Batch) Peloemas Ramboet Lali Djoengkatan (yang notabene petrol base/solidified brilliantine) akhirnya menjawab segala saran, review, kritikan tajam dan melakukan koreksi substitusi  formula ulang tanpa meninggalkan konsep dan misi awal mencoba mengkombinasikan citarasa klasik petrol dengan sentuhan sedikit sisi manfaat di dalamnya dan mengurangi efek panas pada aplikasi menggantikan komposisi lanolin dengan cocoa butter  yang lebih  banyak manfaatnya.

 Minimal meskipun sekedar berfungsi melumasi saja atau tendensi klimis dan masuk tataran light dengan sedikit sekali daya set, Tjap Lali Djoengkatan memiliki sedikit tambahan manfaat dan bukan sekedar melulu menonjolkan kesan tampilan klimis belaka. Mengkombinasikan Petrol Based dengan injeksi fungsional bahan organik di dalamnya (antioksidan, anti tengik, pelembab, kondisioner, mempertebal rambut).

bahan-tjaplalidjoengkatan1Karena masih dalam taraf Home Made dan skala produksi yang kecil ‘hand poured‘ dengan menuang manual satu per satu alias amat sangat konvensional, semoga dinamika semacam ini bisa lebih dimaklumi dalam rangka menuju tingkatan kualitas yang lebih baik tentunya dan ke depan menjadi produk yang ‘settle‘.

Kembali ke Bahasan, mengenai soal harga mentega coklat ini, silakan di bandingkan dan googling sepuasnya pasti menemukan jawabannya. Dan pada akhirnya ada satu hal akan terjawab mengapa organic pomade atau vegan pomade yang menggunakan bahan butter (cacao, shea, mango dan lainnya) memiliki harga yang rata-rata di atas harga pomade petrol (kebetulan penulis lebih keseringan menyimak dinamika harga pomade luar), ‘Ana Rega Ana Rupa‘ kurang lebih begitulah timpalan sederhananya.

Meskipun tidak melulu ditafsirkan bahwa organic itu mahal, kembali pada  kejelian kita mengoptimalkan selera eksperimen dan berani mencoba dengan wacana yang kita dapat mengenai asyiknya seni bermain pomade, berani mencoba berani salah berani gagal berani di cela dan berpijak dari kesemuanya itu sepertinya seiring waktu berjalan  bisa dikondisikan bahwa sesuatu yang bercita rasa organic dan berkualitas tidak lah harus melulu dibanderol dengan harga mahal.

Banyak sekali manfaat lemak coklat diluar lingkup bahasan dalam kaitannya dengan rambut yang kebetulan bukan menjadi fokus bahasan dalam tulisan kategori ini (maaf sebesarnya). Semoga sekelumit berbagi dan belajar membaca dan menulis bersama ini membawa manfaat meskipun tidak banyak. Salam Klimis.

Selamat Hari SELOsoSELO, Seloning Mongso

lalijungkatan-blogfooter